Terpilih Sebagai Ketum MUI, Ini Profil KH. Miftachul Akhyar

KH Miftachul Akhyar
KH Miftachul Akhyar (Net)

KLIKPOSITIF - KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) untuk periode 2020-2025. KH Miftachul Akhyar terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI yang berlangsung 25 - 27 November 2020.

Dalam menjalankan tugasnya, KH Miftachul Akhyar akan didampingi tiga Wakil Ketua Umum, yaitu: Anwar Abbas (Muhammadiyah), Marsudi Syuhud (NU), dan Basri Barmanda (Persatuan Tarbiyah Islamiyah / Perti). Sebagai Sekjen MUI , Amirsyah Tambunan. Sebelumnya, terpilih sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI , KH Ma'ruf Amin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

baca juga: Sri Mulyani: Rp597 Miliar Wakaf Tunai Digunakan Pemerintah untuk Proyek Pembangunan

Berikut Profil Singkat KH. Miftachul Akhyar

KELAHIRAN

baca juga: Hari Gizi Nasional, Ini Pesan Menkes

KH. Miftachul Akhyar lahir pada tahun 1953. Beliau merupakan putra kesembilan dari tiga belas bersaudara, dari KH. Abdul Ghoni, seorang pengasuh Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah.

Ayah KH. Miftachul Akhyar merupakan karib KH. M. Usman al-Ishaqi Sawahpulo saat sama-sama nyantri kepada KH. Romli di Rejoso, Jombang.

baca juga: Potensi Wakaf Per Tahun Ribuan Triliun, Jokowi Nilai Perlu Perluasan Cakupan Pemanfaatan

KELUARGA

KH. Miftachul Akhyar adalah sosok yang memiliki penguasaan ilmu agama luas dan hal ini membuat kagum Syekh Masduki Lasem, sehingga beliau diambil menantu oleh oleh gurunya yang terhitung sebagai mutakharrijin (alumnus) istimewa di Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur.

baca juga: Kepala Sekolah Sudah Minta Maaf, Albert Hendra Lukman Sayangkan Surat ke Presiden: Jangan Mengganggu Kerukunan Umat di Sumbar

PENDIDIKAN

Sejak kecil KH. Miftachul Akhyar tumbuh dalam didikan ayahandanya, beliau belajar berbagai disiplin ilmu agama kepada ayahnya. Setelah selesai belajar kepada ayahnya, beliau melanjutkan belajar ke beberapa pondok pesantren diantaranya, Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Rejoso, Jombang, Jawa Timur, Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, Pondok Pesantren Lasem, Jawa Tengah, Majelis Ta'lim Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Makki Al- Maliki di Malang, tepatnya ketika Sayyid Muhammad masih mengajar di Indonesia.

MENGASUH PESANTREN

KH. Miftachul Akhyar adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya, sebuah paku bumi bagi kota Surabaya, ibukota Jawa Timur dengan penduduk yang mayoritas nahdliyin.

KIPRAH DI NU

KH. Miftachul Akhyar merupakan individu yang lahir dan besar dari tradisi dan rela mengabdi di Nahdlatul Ulama sejak muda. Berikut adalah jabatan beliau di Nahdlatul Ulama:

1. Rais Syuriyah PCNU Surabaya 2000-2005

2. Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur 2007-2013, 2013-2018

3. Wakil Rais Aam PBNU 2015-2020

4. Pejabat Rais Aam PBNU 2018-2020 setelah Rais Aam terpilih di Muktamar Jombang tahun 2015 yaitu KH Ma'ruf Amin ditetapkan menjadi calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2019.

Kesediaan beliau menjadi Pejabat Rais Aam PBNU tersebut setelah menerima banyak permintaan tokoh senior dan terhormat di Nahdlatul Ulama, salah satunya adalah Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair mengatakan telah menemui KH. Miftahul Akhyar sebanyak dua kali untuk memohon agar bersedia menduduki posisi Rais Aam PBNU.

"Bapak KH. Miftahul Akhyar selaku Wakil Ro'is 'Aam PBNU. Dan dalam hal ini saya telah menemui Bapak KH. Miftahul Akhyar dua kali memohon kepada beliau untuk bersedia menduduki Rais 'Aam PBNU," tulis KH. Maimun Zubair dalam rilis resmi ke media pada Sabtu tanggal 22 September 2018.

TELADAN

KH. Miftachul Akhyar merupakan sosok kiai yang sederhana dan memiliki akhlak yang bagus, khususnya adab penghormatan kepada tamu. Beliau tidak segan-segan langsung menyuguhkan, menuangkan, mengambilkan, menyajikan makanan dan minuman melalui tangan beliau sendiri, tanpa bantuan qodim (pembantu). Hal ini adalah akhlak beliau yang meneruskan teladan akhlak dari ayah beliau yang juga belaku demikian kepada para tamunya.

Sumber: Berbagai Sumber

Editor: Eko Fajri