Demi Menjaga Netralitas, Bawaslu Payakumbuh Ajak ASN Taat Aturan di Pilgub Sumbar

Asisten 1 Wali Kota Payakumbuh didampingi Ketua Bawaslu M. Khadafi saat menandatangani deklarasi ASN Taat Aturan.
Asisten 1 Wali Kota Payakumbuh didampingi Ketua Bawaslu M. Khadafi saat menandatangani deklarasi ASN Taat Aturan. (Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Bawaslu Kota Payakumbuh gelar Sosialisasi Pengawasan Tahapan dan Deklarasi ASN Taat Aturan

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumbar Tahun 2020, Jumat 27 November 2020. Kegiatan yang menghadirkan pimpinan masing-masing OPD di lingkungan Pemko Payakumbuh ini digelar di Hotel Mangkuto Syariah, Nan Kodok, Payakumbuh .

baca juga: Tim Gagak Hitam Polres Payakumbuh Ringkus 2 Pengedar Sabu

Ketua Bawaslu Payakumbuh M. Khadafi mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar ASN atau PNS di Payakumbuh dapat terlindungi dari Undang Undang ataupun aturan yang mengatur tentang Netralitas pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar nantinya. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu Kota Payakumbuh melalui seluruh jajaran Pengawasan hingga ke tingkat Kelurahan terus mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara ( ASN ) atau PNS yang ada didaerah itu untuk tetap menjaga Netralitas sebagai Abdi Negara.

"Termasuk untuk tidak memberikan dukungan berupa like, komentar, dan unggahan lainnya di berbagai media sosial yang ada. Kami juga ingin melindungi agar ASN di Payakumbuh tidak terjerat dengan aturan yang dapat merugikan diri mereka sendiri," ujar mantan Ketua KPU Payakumbuh periode sebelumnya tersebut

baca juga: Kembali Meningkat, 14 Warga Payakumbuh Positif COVID-19

Deklarasi tersebut dilakukan dan dihadiri puluhan kepala SKPD, Camat yang mewakili ribuan ASN Kota Payakumbuh dan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi dilakukan oleh Wali Kota Payakumbuh yang diwakili Asiten 1 Yufnani Away. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen akan menjaga netralitas tersebut yang diketahui oleh Wali Kota Payakumbuh , Ketua KPU Payakumbuh dan Bawaslu Payakumbuh .

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada laporan atau kasus yang melibatkan ASN terkait netralitas di Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumbar 2020. Pihaknya pun memberikan apresiasi dan berharap hal tersebut dapat dipertahankan hingga proses tahapan selesai.

baca juga: Asrama Putri Pesantren di Payakumbuh Terbakar

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh melalui Asisten 1 Yufnani Away menyebutkan bahwa ASN atau PNS merupakan primadona dalam setiap Pemilihan, baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan pemilihan Presiden Wakil Presiden. Sehingga diimbau ASN tetap menjaga Netralitas dan jangan sampai ada yang terseret persoalan netralitas.

"Para Camat juga harus mensosialisasikan netralitas ASN ini sampai ke jajarannya ke tingkat bawah. Sehingga tidak ada nanti yang terkena sanksi akibat tidak paham aturan dan regulasi dalam pemilu. Kita tentu juga menyambut baik dengan tidak adanya ASN didaerah kita yang tersangkut perkara akibat tidak netral hingga saat ini," katanya.

baca juga: Dinilai Inovatif, BNNK Payakumbuh Terima Kunjungan DPRD Kampar

Secara terpisah, Komisioner Bawaslu , Maidona menjelaskan kepada peserta sosialisasi bahwa peran serta masyarakat terutama ASN sangat besar dalam melakukan pencegahan terhadap terjadinya berbagai Pelanggaran dalam Pemilihan. Untuk itu, peran serta berbagai pihak sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi ASN /PNS yang tersangkut perkara akibat tidak menjaga Netralitas.

"Tahun 2019 lalu, ada ASN yang kita panggil karena dugaan tidak netral dan mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi ASN yang kita panggil karena tidak Netral. Kemudian sikap netralitas dalam pemilihan tidak saja harus dilakukan oleh ASN tapi juga oleh Pegawai dengan Perjanjian Kerja atau THL dan akan ada sanksi yang akan diterima dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) maupun Sanski Pidana jika ASN terbukti tidak Netral," ujar Maidona.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Ramadhani