Paslon 01 Pilkada Pessel Singgung Soal Wisata Halal, Paslon Urut 03 Sebut Hal Ini

Debat putaran kedua Kandidat Pilkada Pessel
Debat putaran kedua Kandidat Pilkada Pessel (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF- Calon Bupati Pilkada Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, Dedi Rahmanto Putera menyentil pernyataan Calon Wakil Bupati Hamdanus soal pariwisata halal.

Dedi Rahmanto Putra menegaskan, semua wisata di Pessel halal dan belum ada yang haram. Karena Pessel sendiri adalah mayoritas dari Minangkabau yang menganut falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, dan tak pantas dikaitkan dengan kata tidak halal.

"Belum ada yang haram. Apapun bentuknya, kita belum menemukan," ungkapnya saat menjawab pernyataan Hamdanus soal pariwisata halal dalam debat terbuka Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Pessel di Stasiun Padang TV, Padang, Jumat 27 November 2020.

Tanggapan itu sontak mendapat respon riuh tawa dari pemirsa yang hadir di studio lokasi debat. Inti dari pariwisata, lanjut Dedi Rahmanto Putera adalah usaha turunan dari pariwisata itu sendiri.

Ia menyadari, bagaimana pemerintah bisa memikirkan apa yang menjadi kebutuhan Pessel. Bukan, soal infrastrukturnya saja, namun juga berbicara soal pengelolaannya.

"Format pariwisata kita ini, mesti melalui diskursus, apa yang tepat untuk di Pessel. Apalagi dalam masa terkahir jabatan Hendrajoni, Pemkab hanya gembar-gembor soal wisata halal dengan pembangunan masjid tarapung dengan anggaran Rp27,5 miliar," ujarnya.

Sementara itu, Hamdanus menjelaskan pihaknya fokus menanggapi pariwisata halal. Karena, tidak ada Paslon yang berbicara wisata halal.

"Baik saya fokus menanggapi pariwisata, saya dengar tadi belum ada bicara wisata. Padahal ini potensi besar sekali. Gelombang wisata muslim dunia. Apalagi pasca pandemi, kita harus siap menanti itu. Secara regulasi, provinsi sudah ada Perda wisata halal, tentu kita harus siap," terangnya.

Sedangkan, Paslon nomor urut 02, Rudi Hariansyah menanggapi terkait pengembangan pariwisata harus fokus pada industri olahan. Apalagi, dalam empat terakhir ini dikatakan pertumbuhan industri olahan di Pessel turun dari 6,3 persen turun menjadi 3,13.

"Kemudian industri keuangan dan industri permodalan kita juga turun. Turun dari 2,7 turun ke 0,5. Kedepan ini yang kita ubah dari 2 komponen PDRB ini yang akan kita tingkatkan. Supaya industri olahan bisa kita keluarkan," terangnya.

Lanjutnya, langkah-langkah untuk meningkat kan itu semua kembali, pihaknya akan fokus pada permodalan dan pengembangan pelatihan untuk peningkatan SDM, baik dalam pengolahan itu sendiri maupun pemasarannya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi