Banjir di Pessel, Mahasiswa Galang Bantuan

Aksi penggalangan dana IMPPLISBA untuk korban banjir di Rahul Pessel
Aksi penggalangan dana IMPPLISBA untuk korban banjir di Rahul Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Linggo Sari Baganti (IMPPLISBA) menunjukan rasa perhatian terhadap bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat yang terjadi, Rabu 25 November 2020, lalu.

Rasa perhatian itu, ditujukan dengan melakukan penggalangan dana terhadap korban. Tidak hanya mengumpulkan dana melalui jejaring media sosial, mereka juga melakukan aksi dengan turun ke jalan.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

"Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban saudara kita dan masyarakat kita di daerah Tapan yang terkena banjir ," ungkap Ketua Umum IMPPLISBA, Hendrik sela penggalangan dana, Jumat 27 November 2020.

Ia menjelaskan, bencana banjir yang terjadi di Rahul Tapan adalah bukan bencana yang bisa dianggap sepele. Sebab, akibat banjir yang sudah berulang kali itu, tidak hanya aktivitas masyarakat yang terhenti, namun sektor ekonomi warga juga terganggu.

baca juga: Baru Awal Tahun, BNPB Catat Seratusan Lebih Bencana Alam di Indonesia dengan Korban Meninggal 166 Jiwa

"Dan sakit mereka sakit, kita juga. Harapan kita, mudahan ini sedikitnya nanti bisa membantu," terangnya.

Lanjutnya, penggalangan dana dilakukan secara sukarela. Selain mengunjungi dari rumah ke rumah, mereka juga menyasar tempat keramain di sekitar Kecamatan Linggo Sari Baganti untuk mengumpulkan sumbangan untuk korban banjir di Rahul Tapan.

baca juga: Menteri LHK Luruskan Informasi Keliru Terkait Banjir Kalimantan Selatan, Apa Itu?

"Dan ini hari pertama kita. Mudah-mudahan, ini kita terkumpul dan bisa meringankan sedikit beban dunsanak (saudara) kita yang ada di sana (Rahul) Tapan," tutupnya.

Diketahui, banjir di Rahul Tapan yang terjadi, Rabu 25 November 2020 lalu itu dari data kecamatan merendam sebanyak 650 rumah penduduk. Selain, mengganggu akses aktivitas warga, akses pelayananan pemerintah juga sempat lumpuh saat banjir melanda.

baca juga: Potret Buram Awal Tahun 2021 di Indonesia, dari Kecelakaan Pesawat Hingga Bencana Alam Silih Berganti

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi