Masuki Musim Hujan, BPBD Pasbar Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Doc Banjir BPBD Pasaman Barat
Doc Banjir BPBD Pasaman Barat (BPBD Pasbar)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama musim penghujan yang sedang berlangsung.

Demikian imbau Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky H Sahputra kepada KLIKPOSITIF saat dihubungi Sabtu (28/11/2020).

baca juga: Hotel di Batusangkar ini Sediakan Paket Sumbarancak Bagi Warga Sumbar

"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya. Saat ini musim penghujan, jadi tingkatkan kewaspadaan dari bahaya banjir dan tanah longsor," katanya.

Ia menyebut ada sejumlah titik di Pasaman Barat yang sewaktu-waktu bisa terjadi bencana banjir atau tanah longsor yakni di Kecamatan Pasaman, Talamau, Gunung Tuleh, Sungai Aur, Lembah Melintang, Koto Balingka dan Ranah Batahan.

baca juga: DKK Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi Corona

Sedangkan berdasarkan peringatan dini cuaca Sumatera Barat pada (28/112020) pukul 11.00 WIB lanjut Decky, yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang berada di beberapa titik lokasi.

Diantaranya wilayah Kecamatan Sungai Beremas, Koto Balingka, Sungai Aur, Sasak, Kinali, Luhak Nan Duo, Pasaman, Gunung Tuleh, Talamau. Kondisi ini berlangsung diperkirakan hingga sore.

baca juga: Ingkar Janji Saat Kampanye, Wali Kota Ini Diikat ke Pohon Oleh Warga

Untuk itu ia meminta masyarakat yang tinggal didaerah rawan bencana seperti diarea perbukitan dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan diri.

"Hingga saat ini belum ada laporan, kita berharap tidak ada terjadi bencana. Semoga daerah kita terhindar dari bencana banjir dan longsor," harapnya.

baca juga: Longsor di Manado, 5 Orang Meninggal Dunia

Selain itu ia juga menambahkan agar masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan, dengan cara tidak membuah sembarangan dan tidak menebang pohon secara liar.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri