Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Kata Kasatpol PP Padang

Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi
Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Kasatpol PP Kota Padang , Alfiadi dilaporkan ke Bawaslu Sumbar terkait dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepada KLIKPOSITIF , Alfiadi mengakui bahwa dirinya mengirim uang sebesar Rp150 juta kepada Muharman sesuai dengan laporan ke Bawaslu Sumbar .

baca juga: Alumni SMKN 2 Padang Sebut Aturan Penggunaan Jilbab Sudah Ada dari Dulu, Ini Pengakuannya

"Awalnya saya diminta oleh bapak Joy untuk mencari lokasi untuk dijadikan laboratorium operasi tulang dan pembuatan handsanitizer," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin 30 November 2020.

Ia menyatakan bahwa dirinya dipercaya untuk mengirimkan uang tersebut kepada Muharman sebagai sewa gedung.

baca juga: Heboh Kasus Pemakaian Jilbab Untuk Siswa Non Muslim, Kuasa Hukum Sebut Jeni Tidak Merasa Terusik

"Kalau misalnya itu digunakan untuk posko pemenangan, itu bukan urusan saya lagi. Tanggung jawab saya hanya menjembatani saja," lanjutnya.

Menurutnya, rencana untuk membuat laboratorium tersebut tidak ada kejelasan lagi. "Entah bagaimana hitungan secara teknis, laboratorium itu tidak jadi," lanjutnya.

baca juga: Kuasa Hukum Siswi SMKN 2 Padang Surati Presiden, Minta Siswa Non Muslim Tidak Diwajibkan Pakai Jilbab

Ia menyatakan bahwa dirinya tidak terlibat dengan pembuatan posko pemenangan tersebut dan hanya menjembatani sewa gedung antara bapak Joy dengan Muharman.

Sebelumnya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Padang dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Sumatera Barat pada Senin 30 November 2020.

baca juga: Dugaan Pemaksaan Berkerudung di Sekolah, Ini Kata Alumni SMKN 2 Padang

Kasatpol PP Padang , Alfiadi dilaporkan atas dugaan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.

"Saya kemarin mendapatkan kiriman data dari seseorang yang nomor telponnya tidak saya kenal dan mengirimkan bukti-bukti indisipliner dari ASN atas nama Alfiadi Datuak Tumangguang Rang Kayo Basa," kata pelapor Defrianto Tanius.

Ia mengatakan bahwa laporan yang ia serahkan ke Bawaslu adalah terkait penyerahan uang sebesar Rp 150 juta untuk biaya sewa gedung, operasional dan posko.

"Saya melaporkan ke Bawaslu ini untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti penyalah gunaan bukti ini," lanjutnya.

Dalam bukti yang ia lampirkan, tertera bahwa Kasatpol PP Kota Padang memberikan uang tersebut kepada Muhalamsyah.

"Uang tersebut untuk penyewaan gedung yang beralamat di Jalan Ahmad Yani nomor 01 B Kota Padang yang merupakan posko pemenangan pasangan calon Mahyeldi-Audi," lanjutnya.

Ia menyatakan bahwa laporan tersebut dia lakukan atas kemauannya sendiri agar tidak disalah gunakan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi