Pilkada Solok Memanas, Epyardi Asda Dilaporkan ke Bawaslu

Nofi Candra (kiri) saat memberikan keterangan kepada petugas Bawaslu Kabupaten Solok
Nofi Candra (kiri) saat memberikan keterangan kepada petugas Bawaslu Kabupaten Solok (Ist)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Diduga lakukan penghinaan dan pencemaran nama baik Nofi Candra saat kampanye di Jorong Batang Pamo, Nagari Pianggu Sungai Lasi pada 24 November 2020 lalu, calon Bupati Solok Epyardi Asda dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Solok .

Nofi Candra bersama penasehat hukumnya Mevrizal, SH. MH dan didampingi ketua Pemuda Pancasila Lamud Wijaya serta sejumlah tim, Senin pagi (30/11/2020) mendatangi Bawaslu untuk memberikan keterangan.

baca juga: MK Putuskan Pilkada Kota Solok Tidak Masuk PHPU, KPU Tetapkan Paslon Terpilih

Nofi dan tim tiba di kantor Bawaslu sekitar pukul 10.00 WIB, dan diterima komisioner Bawaslu divisi hukum dan penindakan, Andri Junaidi dan sejumlah personil sekretariat Bawaslu di Simpang Pulai, Nagari Kotobaru.

Dalam keterangannya, Nofi Candra menyebutkan, dirinya dan masyarakat merasa gerah dengan gaya kampanye yang dilakukan oleh Epyardi Asda (EA). Terlebih saat di Jorong Batang Pamo Nagari Pianggu Kec. IX Koto Sungai Lasi pada 24 November 2020.

baca juga: Hadapi Sidang MK, KPU Solok Buka 363 Kotak Suara

"Kami melapor ke Bawaslu karena EA diduga telah melanggar etika kampanye dan komitmen pemilu badunsanak dengan menyebarkan fitnah dan kebencian saat berkampanye di tengah masyarakat," beber Nofi Candra.

Dikatakan Nofi, Epyardi Asda diduga sengaja merusak elektabilitas dirinya di tengah masyarakat, dengan menyebutkan dirinya sebagai distributor yang menghilangkan pupuk di tengah masyarakat, sehingga masyarakat menjerit akibat kelangkaan pupuk tersebut.

baca juga: Dua Orang ASN Asal Kota Solok Positif Covid-19

"Ini kampanye macam apa, saya dirugikan dengan kampanye seperti ini. Ini fitnah yang sudah kelewat batas. Dia telah menyerang kehormatan saya," beber Nofi.

Penasehat hukum Nofi Candra, Mevrizal, SH,MH menegaskan, apa yang dilakukan oleh Epyardi Asda terhadap paslon nomor urut 1 tersebut sudah keterlaluan dan tidak dapat ditolerir lagi.

baca juga: Dalami Pencegahan Narkoba, DPRK Aceh Utara Belajar ke Kota Solok

"Pengamatan kami, kampanye seperti ini tak hanya terjadi di Nagari Pianggu Sungai Lasi, namun juga di beberapa lokasi lainnya, juga ada rekamannya. Isinya nyaris sama, berisi hujatan kebencian dan fitnah yang membabi buta," ungkap Mevrizal.

Atas alasan itu, pihaknya melaporkan Epyardi Asda karena diduga kuat melanggar pasal 69 huruf b dan c Undang-undang nomor 6 tahun 2020 tentang larangan Kampanye Pilkada Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walkota dan wakil walikota tahun 2020 dengan ancaman hukuman minimal 3 bulan kurungan hingga 18 bulan kurungan beserta denda.

Nofi Candra dan tim kuasa hukumnya juga menyertakan sejumlah alat bukti berupa rekaman video. Pihaknya juga menghadirkan 6 orang saksi, sebagai syarat formil dan materil laporan tersebut.

"Kami harap Bawaslu bersama Gakkumdu bisa mengungkap persoalan ini dengan seadil-adilnya," tegasnya.

Menjawab laporan itu, Komisioner Bawaslu Solok , Andri Junaidi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak H. Nofi Candra serta sejumlah bukti dan saksi.

"Tadi sudah dilakukan pemeriksaan terhadap laporan dari H. Nofi Candra, kemudian keterangan saksi dan bukti, kita akan tindak lanjuti bersama Gakkumdu," terangnya.

Sebelumnya, sebuah video kampanye Epyardi Asda di Jorong Batang Pamo, Nagari Batang Pamo, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi beredar luas di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 27 menit itu Epyardi diduga mencemarkan nama baik Nofi Candra.

KLIKPOSITIF .Com sudah mencoba menghubungi Epyardi Asda terkait laporan terhadap dirinya, namun belum diangkat.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi