Spanduk "Tolak Kedatangan Habib Rizieq Shihab di Ranah Minang" Sudah Hilang, Satpol PP Padang: Tidak Tahu

Sebuah spanduk monolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Sumbar terpampang di Jalan Agus Salim, Sawahan, Kota Padang, Selasa (1/12/2020).
Sebuah spanduk monolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Sumbar terpampang di Jalan Agus Salim, Sawahan, Kota Padang, Selasa (1/12/2020). (Katasumbar)

KLIKPOSITIF - Sempat terpampang, spanduk tolak Habib Rizieq Shihab hilang tiba-tiba. Namun tidak diketahui pihak mana yang mencopot spanduk tersebut.

Kasatpol Pamong Praja Alfiadi mengatakan tidak mengetahui adanya spanduk tersebut, baik dari pemasangan hingga dicopot kembali.

baca juga: MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi, Menparekraf Siapkan Tiga Program

"Pihak kami, baru akan melakukan penertiban spanduk jika telah ada perintah. Kurang tahu juga, ya. Saya kalau itu (pencopotan) berdasarkan perintah dari Kesbangpol sebagai koordinator Pemda," katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (1/12/2020).

Dari pantauan Katasumbar jaringan KLIKPOSITIF .com, spanduk tersebut tidak terlihat lagi di lokasi semula sejak pukul 11.30 WIB.

baca juga: Bertambah, Korban Jiwa Gempa Sulbar Kini Jadi 56 Orang

Diberitakan sebelumnya, sebuah spanduk monolak kedatangan Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Sumbar terpampang di Jalan Agus Salim, Sawahan, Kota Padang , Selasa (1/12/2020).

Dari pantauan Katasumbar.com jaringan KLIKPOSITIF .com, spanduk sepanjang sekitar 1,5 meter dan lebar 1 meter, yang bertuliskan 'Kami Menolak Kedatangan Rizieq Shihab di Ranah Minang', pada gambar Habib Rizieq Shihab dibubuhkan kata ditolak.

baca juga: Hotel di Batusangkar ini Sediakan Paket Sumbarancak Bagi Warga Sumbar

Salah seorang warga sekitar Ayu (30) mengatakan, spanduk tersebut telah terpasang sejak Senin (30/11/2020) kemarin.

"Ada tiga orang yang memasang kemarin, sekitar waktu salat maghrib, yang memasang itu memakai baju serba hitam dan menggunakan masker," katanya kepada Katasumbar, Selasa (1/12/2020).

baca juga: DKK Gencarkan Sosialisasi dan Edukasi Vaksinasi Corona

Editor: Eko Fajri