1.602 Anggota KPPS dan Petugas TPU Kota Pariaman Ikuti Rapid Test COVID-19

Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel sesuai prosedur kesehatan yang diberlakukan jelang Pilkada
Petugas kesehatan melakukan pengambilan sampel sesuai prosedur kesehatan yang diberlakukan jelang Pilkada (KLIKPOSITIF/Ramadhani)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Sebanyak 1.602 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas di TPS dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman , Sumatera Barat selesai mengikuti tes cepat atau 'rapid test' COVID-19 untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020.

"Hal ini dilakukan untuk memastikan anggota KPPS bebas dari COVID-19 sehingga memberikan rasa aman kepada pemilih," kata Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kota Pariaman Abrar Aziz di Pariaman , Rabu.

baca juga: Dua Bagunan Aset Wisata Pariaman Rusak Parah, Ini Tanggapan Kadis Wisata

Ia mengatakan tes cepat tersebut dilakukan pada Kamis dan Jumat (26-27/11) yang dilanjutkan Senin (30/11) untuk anggota yang belum sempat mengikuti tes cepat tersebut.

Bagi yang hasil tes cepatnya reaktif maka dilanjutkan dengan tes usap atau 'test swab' yang hasilnya menunggu dari pihak terkait.

baca juga: Seribu Bidang Tanah Warga Belum Bersertifikat, Ini Upaya Pemko Pariaman

"Jika ada yang positif COVID-19 maka anggota KPPS tersebut tidak diberhentikan, karena tidak ada dalam aturan, namun yang bersangkutan harus mengikuti isolasi," katanya.

Ia mengatakan jika dalam satu TPS anggota KPPS-nya kurang dari lima orang maka KPU akan memerintahkan anggota badan ad hoc KPU Pariaman lainnya untuk membantu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

baca juga: Puluhan Orang di Pariaman Ikuti Diklat Batik Tulis

Pihaknya menjamin keamanan di TPS dengan memastikan kesehatan petugas, menerapkan protokol kesehatan, menyediakan bilik khusus bagi pemilih memiliki suhu tubuh lebih dari 37,5 celcius.

Pihaknya pun menyediakan masker bagi pemilih yang tidak membawa alat pelindung diri serta sarung tangan plastik satu kali pakai untuk pemilih.

baca juga: Dikunjungi Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Ini Kata Kalapas Pariaman

"Namun masker jumlahnya terbatas, karena itu kami meminta pemilih membawa masker ketika memilih di TPS," ujarnya.

Sejalan dengan itu Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Pariaman , Doni Kardinal mengatakan setelah memberikan pilihan dan memasukkan surat suara ke dalam kotak, maka pemilih melepas sarung tangan plastik, serta petugas akan meneteskan tinta di jari pemilih.

"Setelah itu cuci tangan dan pemilih kembali pulang ke rumah masing-masing," kata dia.

Penulis: Rehasa | Editor: Khadijah