Rizieq Shihab Serukan Hijrah ke Negara Tauhid, Ini Respon Istana

Rizieq Shihab
Rizieq Shihab (net)

KLIKPOSITIF - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral Adian mengatakan ajakan hijrah ke negara tauhid dari Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab adalah improvisasi politik semata.

Menurut Donny, Indonesia sudah cocok dengan Pancasila. "Ya tidak perlu sistem berbasis tauhid, Pancasila sudah cukup. Jangan improvisasi politik," ujar Donny dilansir dari Suara.com Kamis, 3 Desember 2020.

baca juga: 27 Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Ini Langkah Kemendikbud

Pernyataan Donny ini merespon seruan Pimpinan Front Pembela Islam ( FPI ) Habib Rizieq Shihab untuk hijrah ke sistem negara berbasis tauhid. Donny menilai pernyataan Rizieq merupakan hal yang sumir. Kata Donny, Indonesia merupakan negara dengan sistem Pancasila yang menjamin kebebasan beragama semua warga negaranya.

"Sistem berbasis Tauhid itu sumir. Negara kita bersandar pada Pancasila yang menjamin kebebasan beragama bagi semua warganegara dalam semangat kemanusiaan atau tidak saling merendahkan satu sama lain," tuturnya

baca juga: Awan Panas Terpantau Keluar dari Merapi, Jarak Luncurnya 1 Kilometer

Donny menegaskan NKRI berdasarkan Pancasila dan bukanlah negara sekuler. Sehingga kata dia, agama menjadi nilai pokok dalam acuan dalam berpolitik, sosial dan ekonomi.

"NKRI berdasar Pancasila bukan negara sekuler, agama menjadi nilai pokok yang menjadi acuan kehidupan politik, sosial dan ekonomi," katanya.

baca juga: Tinjau Penanganan Banjir, Jokowi Bertolak ke Kalimantan Selatan

Sebelumnya, Pentolan FPI Rizieq Shihab menyerukan revolusi akhlak di tengah masyarakat. Ia meminta negara bisa hijrah menuju ke sistem negara berbasis tauhid.

Hal itu disampaikan oleh Rizieq dalam acara Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh Bersama Imam Besar Al Habib Muhammad Rizieq Shihab yang disiarkan akun channel Youtube Front TV.

baca juga: MotoGP Mandalika Beri Dampak Ekonomi, Menparekraf Siapkan Tiga Program

Rizieq menilai sistem berbasis tauhid sesuai dengan sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa.

Editor: Ramadhani