Nilai Bukan Delik Aduan, FPI: Jika Polisi Profesional Harusnya Tangkap Pengancam Rizieq

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab (net)

KLIKPOSITIF - Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab diancam akan dipenggal oleh orang yang mengaku sebagai warga Pekalongan, Jawa Tengah. Pria itu mengaku kesal dengan ulah Habib Rizieq membuat Jakarta tidak kondusif.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP FPI , Slamet Maarif, angkat bicara. Ia meminta Polri seharusnya segera bertindak menangkap orang tersebut lantaran telah melakukan ancaman pembunuhan.

baca juga: Wisma Atlet Kini Rawat Hampir 5 Ribu Pasien Corona

"Jika polisi profesional dan menjunjung keadilan serta menjadikan hukum sebagai landasankan tidak usah diminta harusnya cari, tangkap dan proses karena ada ancaman pembunuhan," kata Slamet saat dihubungi Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Kamis (3/12/2020).

Slamet mengatakan, seharusnya Polri tidak didesak untuk segera meringkus pengancam Rizieq Shihab . Pasalnya, perkara ancaman pembunuhan tidak harus menunggu adanya laporan.

baca juga: 27 Sekolah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Ini Langkah Kemendikbud

"Tidak usah didesak karena bukan delik aduan itu," ungkapnya.

Kendati begitu, Slamet enggan berharap lebih banyak terhadap penegakkan hukum di Indonesia. Ia justru mempertanyakan keadilan di tanah air.

baca juga: Awan Panas Terpantau Keluar dari Merapi, Jarak Luncurnya 1 Kilometer

"Tidak usah didesak karena bukan delik aduan itu," tandasnya.

Ancam penggal kepala Rizieq

baca juga: Tinjau Penanganan Banjir, Jokowi Bertolak ke Kalimantan Selatan

Sebelumnya diberitakan, seseorang dalam akun Youtube mengancam pegal kepala Habib Rizieq . Dalam sebuah video berdurasi 3 menitan itu, diunggah oleh channel youtube Hendri Official pada Rabu (2/12/2020).

Diduga pria asal pekalongan Jawa Tengah yang tidak menyebutkan identitas namanya menyebut FPI sebagai organisasi preman.

"Selamat pagi untuk warga Pekalongan dan sekitarnya, selamat pagi untuk warga Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan," katanya.

"Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI ," tambahnya.

Ia mengutarakan sebagai umat muslim dan warga negara Indonesia tidak gentar sedikitpun kepada FPI dan kroni-kroninya. Jika FPI mengacaukan NKRI dirinya siap bertindak untuk penggal leher Habib Rizieq ,

"Demi Allah saya siap membabat lehernya kalau sampai berulah terlalu jauh apalagi mengacaukan NKRI," jelasnya.

Selain itu, ia mengisahkan pengalamannya tak kala berurusan dengan anak petinggi FPI yang melanggar lalu lintas di Pos Monumen Pekalongan kota. Karena merasa tak terima ditilang, anak petinggi FPI itu mendatangkan massa 50 orang untuk menggeruduk pos polisi itu.

"Kurang lebih sembilan orang tak pukulin, tergeletak satu. Sampai sekarang pun saya masih benci sama FPI karena gayanya radikal dan preman," ujarnya.

Pada akhir video, ia bersumpah akan menyembelih leher Habib Rizieq dan tak gentar sama sekali terhadap organisasi seperti FPI , HTI maupun sejenisnya.

"Dan demi Allah Rasulullah, saya siap menyembelih lehernya Rizieq, mencukil matanya, atau membabat kakinya. Saya tak gentar, karena saya seorang Polri tidak akan mundur sejengkal pun," ungkapnya.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri