Meski Pernah di Hina, Gus Miftah Doakan Maaher At-thuwailibi yang Kini Jadi Tersangka

Soni Ernata atau Maaher At-thuwailibi
Soni Ernata atau Maaher At-thuwailibi (net)

KLIKPOSITIF - Miftah Maulana Habiburrahman ayang akrab disapa Gus Miftah mendoakan Soni Ernata alias Maaher At-thuwailibi agar diberikan kekuatan dalam menjalani proses hukum .

Maaher pernah menyerang Gus Miftah dengan menyebutnya sebagai gus pencinta lonte. Kini Maaher telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Bareskrim Polri terkait kasus penghinaan atau ujaran kebencian terhadap kiai sepuh Nahdlatul Ulama, Habib Luthfi bin Yahya.

baca juga: 5 Terduga Teroris Dibekuk di Aceh, Ditemukan Bahan Bom Hingga Dokumen

"Yang perlu saya jelaskan, pertama saya tidak punya persoalan pribadi dengan Ustaz Maaher. Perselisihan saya dengan Ustaz Maaher semata-mata membela kehormatan guru saya Maulana Al-Habib Luthfi bin Yahya yang sudah dihina oleh Ustaz Maaher," kata Gus Miftah dilansir dari Suara.com.

Meski begitu, dia tetap mendoakan Ustaz Maaher yang ditangkap polisi . "Kemudian yang kedua Saya hanya bisa berdoa semoga Ustaz Maaher kuat. Ustaz Maaher sabar dan yang jelas Ustaz Maaher harus sehat karena kasihan kalau berurusan dengan hukum sementara badannya sakit," doa Gus Miftah.

baca juga: Beli Sabu Dipinggir Jalan, Petani di Lima Puluh Kota Diciduk Polisi

Selain doa, Gus Miftah juga mengingatkan kalau kasus yang menimpa Ustaz Maaher bisa menjadi pelajaran. Dia menyinggung Indonesia merupakan negara hukum , maka proses hukum akan terus berjalan. "Siapa pun yang bersalah yang dihukum adalah perilakunya bukan sosoknya. Sehingga tidak ada istilah kriminalisasi ulama atau kriminalisasi ustadz, tapi semata mata proses hukum terhadap para kriminil," ujarnya.

Sebelumnya, Maaher dilaporkan polisi setelah unggahan foto lawasnya Habib Luthfi dengan caption "Iya tambah cantik pakai jilbab, kayak kyainya Banser ini ya" muncul lagi di media sosial. Maaher menerima kritikan dari banyak kalangan termasuk Gus Miftah waktu itu. Sampai akhirnya Maaher dilaporkan polisi dan ditangkap Kamis 03 November 2020 di rumahnya

baca juga: Polisi Belajar Kitab Kuning, Intelektual NU: Ini Cegah Ekstremisme, Dukung!

Editor: Ramadhani