KPU Akan Datangi Pasien Covid untuk Pilkada, Ahli Sebut Memperburuk Keadaan

Poster Pilkada pasien Covid-19
Poster Pilkada pasien Covid-19 (net)

KLIKPOSITIF - Poster KPU yang dirilis di Twitter menampilkan petugas masuk ke dalam ruangan isolasi pasien Covid-19 untuk mengambil hak suara pemilih Pilkada Serentak 2020.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai berpotensi memperburuk situasi pandemi Covid-19 di tanah air. Dicky melihat para petugas tersebut pastinya akan berkeliling mengambil suara dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Kalau melihat mekanisme seperti itu justru dikhawatirkan berpotensi memperbesar kesempatan penyebaran virus.

baca juga: Delapan Pasien Sembuh COVID-19 di Tanah Datar, 4 Diantaranya Guru

"Ini akan berpotensi semakin besarnya penyebaran apalagi pegawainya mobile," kata Dicky dilansir dari Suara.com, Jumat (4/12/2020). Dicky menegaskan bahwa pandemi Covid-19 di tanah air kembali mesti diperhatikan. Pasalnya test positivity ratenya kini mendekati 20 persen yang berarti laju penyebaran virusnya sangat tinggi.

Kalau melihat adanya upaya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di tengah kondisi tersebut, menurut Dicky bakal berpotensi memperburuk situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. "Adanya pelaksanaan Pilkada sekalipun itu sudah atau tindakan yang sangat berani dan berisiko tinggi," tuturnya.

baca juga: Andre Rosiade Ingatkan Bahaya Hoaks Soal Vaksin Covid-19

Sebelumnya, KPU akan mengirimkan dua petugas didampingi dua saksi dengan mengenakan APD masuk ke bilik isolasi pasien COVID-19 demi memenuhi hak pilih pasien di Pilkada 9 Desember 2020 nanti. Hal ini sudah diatur pula dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2020, pasal 72 ayat 1 yang berbunyi:

Pemilih yang sedang menjalani Rawat Inap, Isolasi Mandiri dan/atau positif terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) berdasarkan data yang diperoleh dari perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah setempat, dapat menggunakan hak pilihnya di TPS yang berdekatan dengan rumah sakit.

baca juga: Ilmuwan Sebut Masih Terlalu Cepat Mengklaim Strain Virus Corona Covid-19 Lebih Mematikan

Editor: Ramadhani