Terus Bertambah, Jumlah Penerima BPUM di Pariaman Hampir Capai 5 Ribu

Kadis Perindagkop dan UKM Pariaman
Kadis Perindagkop dan UKM Pariaman (Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM), Gusniyeti Zaunit mengatakan sebanyak 4.821 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Pariaman telah mendapatakan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

"Dari 15. 631 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah ( UMKM ) di kota Pariaman , yang diusulkan untuk menerima BPUM, sebanyak 4.821 telah menerima atau terealisasikan," ungkap Guzniyeti Zaunit, di kantornya, Jumat 4 Desember 2020.

baca juga: Alumni SMKN 2 Padang Sebut Aturan Penggunaan Jilbab Sudah Ada dari Dulu, Ini Pengakuannya

Dikatakannya juga, data penerima tersebut didapatkan pihaknya pada 24 Oktober 2020. "Nah kemungkinan jumlah penerima akan bertambah. Ini adalah jumlah tahap dua, ada empat tahap yang kita usulkan," sebutnya.

Dia berharap, pelaku UMKM di Pariaman banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut karena dana itu digunakan untuk modal usaha yang dijalankan terlebih terdampak pandemi COVID-19 "Dalam mendapatkan bantuan tersebut pelaku UMKM tidak sedang mendapatkan kredit usaha rakyat dari bank yang diperiksa melalui BI 'checkingnya' atau pengecekan riwayat kredit yang sebelumnya dikelola di dalam Sistem Informasi Debitur (SID) oleh Bank Indonesia," jelas Zaunit.

baca juga: Heboh Kasus Pemakaian Jilbab Untuk Siswa Non Muslim, Kuasa Hukum Sebut Jeni Tidak Merasa Terusik

Dijelaskannya lagi, kalau menurut pemerintah pusat pelaku UMKM mendapat BPUM namun ketika sedang mendapatkan KUR maka pelaku usaha ini tidak mendapatkan bantuan ini.

Untuk diketahui juga, sebelumnya Pemerintah Kota Pariaman , mengusulkan sepuluh ribu pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) di daerah itu memperoleh bantuan produktif usaha mikro ( BPUM ) kepada pemerintah pusat.

baca juga: Memasak Apam, Tradisi Warga Pasaman Barat Menyambut Bulan Rajab

"Data UMKM di Pariaman pada 2020 awal ada 7.879 pelaku usaha dan lebih dari 60 persen terdampak pandemi COVID-19. Pelaku usaha yang terdampak tersebut tidak saja pada bidang kerajinan dan makanan ringan namun juga industri lainnya," ungkapnya.

Penulis: Rehasa | Editor: Ramadhani