24 Warga Solok Positif Covid-19, 11 Diantaranya Anggota KPPS

Ilustrasi Pengambilan Sampel Swab
Ilustrasi Pengambilan Sampel Swab (Klikpositif)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Kasus Corona Virus Desease 2019 ( Covid -19) di Kabupaten Solok , Sumatra Barat kian mengkhawatirkan, dalam sehari 24 orang terkonfirmasi positif, Jumat (4/12/2020).

Jumlah ini merupakan penambahan kasus positif yang terbilang tinggi dalam waktu satu hari, sejak merebaknya wabah Corona di Kabupaten Solok .

baca juga: Hadapi Sidang MK, KPU Solok Buka 363 Kotak Suara

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Solok , 10 orang positif diantaranya merupakan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pilkada 2020 Kabupaten Solok .

"Data sementara, 10 orang KPPS, 6 orang ASN di sejumlah instansi kota dan Kabupaten Solok , selebihnya merupakan kontak erat dan kasus suspek," ungkap juru bicara tim penanganan Covid -19 Solok , Syofiar Syam.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

Seluruh pasien terkonfirmasi diharuskan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing, karena tidak menunjukkan gejala yang membutuhkan penanganan secara medis.

Hingga kini, total warga kabupaten Solok yang terkonfirmasi positif mencapai 467 orang, 321 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

baca juga: Profesor Iris Sebut Resiko Tertular COVID-19 Masih Memungkinkan, Meski Telah Divaksin Dua Kali

"Karantina mandiri sebanyak 126 orang dan kasus meninggal sudah 15 kasus," terang Kepala bagian humas Setda Kabupaten Solok itu.

Berkemungkinan besar, potensi untuk penambahan petugas KPPS yang terkonfirmasi positif akan bertambah mengingat ada delapan ribu lebih petugas yang menjalani rapid test.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Kembali Bertambah, 2 Orang Meninggal

Disisi lain, komisioner Teknis KPU Kabupaten Solok menjelaskan, memang seluruh petugas KPPS dan Linmas diharuskan untuk menjalani rapid test untuk mencegah penyebaran Covid -19.

"Ada sebanyak lebih kurang 8.640 orang yang menjalani rapid test dari 960 TPS yang ada, masing-masing TPS ada 9 orang yang terdiri dari 7 orang anggota KPPS ditambah 2 orang Linmas," terangnya.

Bagi petugas KPPS yang hasil rapid testnya reaktif, maka diharuskan menjalani tes swab. Bagi yang enggan, maka akan dilakukan penggantian.

"Jika ada anggota KPPS positif, maka tidak diperkenankan menjadi penyelenggara, namun haknya tetap diberikan," terangnya.

Dari tujuh anggota KPPS, Minimal jumlah petugas di masing-masing TPS 5 orang (bebas Covid -19), jika kurang dari itu maka akan dilakukan penambahan," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Haswandi