Laporan Tim Hukum Mahyeldi-Audy Berbuntut Tersangka Pada Mulyadi

Mulyadi usai debat publik kedua di Hotel Inna Muara, Rabu, 3 Desember 2020
Mulyadi usai debat publik kedua di Hotel Inna Muara, Rabu, 3 Desember 2020 (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Laporan Tim Hukum Mahyeldi -Audy terhadap Mulyadi ke Bawaslu Sumbar pada Kamis (12/11) dengan dugaan kampanye di luar jadwal karena tampil dalam acara "Coffee Break" di TV One berbuntut tersangka bagi Mulyadi .

Bawaslu Sumbar melimpahkan kasus tersebut ke Bawaslu RI yang kemudian melimpahkannya ke Bareskrim karena ada dugaan unsur pidana. Bareskrim Polri menetapkan Calon Gubernur Sumbar nomor urut 1 Mulyadi sebagai tersangka , Jumat (5/12).

baca juga: Bahas Konversi Bank Nagari, Wapres: Semestinya Sumbar Sudah Melakukannya Sebelum Daerah Lain

Ketua Tim Hukum paslon Mahyeldi -Audy, Miko Kamal saat dihubungi KLIKPOSITIF membenarkan soal laporan tersebut. Dijelaskannya, pemeriksaan dilakukan di Padang kemudian dilimpahkan ke Bawaslu RI.

"Banar kami melapor ke Bawaslu Sumbar kemudian karena locusnya di Jakarta dilimpahkan ke Bawaslu RI. Karena ada unsur pidananya Bawaslu RI membuat laporan ke Bareskrim," terangnya, Sabtu, 5 Desember 2020.

baca juga: Pemprov Sumbar Gunakan Marketplace Mbizmarket untuk Belanja Pengadaan

Miko mengaku telah dipanggila Bareskrim Polri pada Senin (23/11) untuk memberikan keterangan. Karena sedang sakit, ia mengirim dua anggota tim ke Bareskrim pada Selasa (24/12).

"Kedepan tentu proses hukum akan berjalan dan jika terbukti tentu dipenjara," sebutnya.

baca juga: Mahyeldi Dorong Pelabuhan Teluk Bayur Menjadi Gerbang Ekspor dan Impor Nasional

Dilanjutkan Miko, pihaknya melaporkan Mulyadi dengan dugaan kampanye di luar jadwal karena tampil dalam acara "Coffee Break" di TV One pada hari itu. Alasannya, kampanye di televisi baru boleh dilakukan 14 hari sebelum pencoblosan, sementara Mulyadi tampil di TV One di luar masa tersebut.

Mulyadi disangkakan, sebagaimana dimaksud dalam UU No 6/2020 Pasal 187 ayat (1) Terkait kampanye diluar jadwal dg ancaman pidana penjara paling singkat 15 hr paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 100.000,- dan paling banyak Rp 1.000.000,-.

baca juga: Ibunda Tercinta Mulyadi Tutup Usia, SBY, AHY, Kapolri dan Tokoh-tokoh Sampaikan Ucapan Duka

Hal tersebut dibenarkan oleh Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. "Iya betul setelah dilakukan gelar perkara kemarin, calon Gubernur Sumbar atas nama M ditetapkan menjadi tersangka ," katanya saat dihubungi Katasumbar, network KLIKPOSITIF , Sabtu (5/12).

Awi menambahkan, pihaknya merencanakan memanggil Mulyadi untuk menjalani pemeriksaan di Bareskrim pada hari Senin tanggal 7 Desember 2020.

"Untuk diketahui, penyidik yang menangani kasus pidana pemilihan yaitu penyidik yang tergabung di Gakkumdu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pemenangan Mulyadi - Ali Mukhni, Alirman Sori menilai dugaan pelanggaran terkesan dipaksakan menjelang pencoblosan.

Menurutnya, penetapan Mulyadi sebagai tersangka dalam dugaan kampanye di luar jadwal karena tampil dalam acara "Coffee Break" di TV One dengan Alasannya, kampanye di televisi baru boleh dilakukan 14 hari sebelum pencoblosan, sementara Mulyadi tampil di TV One di luar masa tersebut.

"Bertolak dari prinsip negara hukum, kita menghormati dari sisi hukum, untuk itu masyarakat tidak perlu terpengaruh. Proses hukum kita hormati, yang terpenting jangan sampai kasus ini bermuatan politik karena semakin dekatnya hari H pemilihan kepala daerah," ujarnya.

Alirman Sori, berharap aparat penegak hukum dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan proporsional dalam penegakan hukum.

Dugaan pelanggaran kampanye di TV One, dikatakan Alirman Sori, kalau dilihat dari subtansi tidak ada yang hal siginifikan, Mulyadi di undang sebagai nara sumber dalam acara "coffee break", "Pelanggaran apa dilakukan," ujar Alirman Sori. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir