Satu Calon Gubernur Sumbar Tersangka, KPU Tegaskan Hal Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Ketua KPU Sumbar Yanuk Sri Mulyani mengatakan, penetapan tersangka Cagub Mulyadi tidak akan mempengaruhi pencalonan dan proses pemilihan pada 9 Desember 2020 nanti.

"Sampai sejauh ini kita belum terima surat penetapan tersangka tersebut, kita taunya dari media online saja," katanya saat dihubungi, Sabtu (5/12/2020).

baca juga: Pemerintah Matangkan Penyaluran BSU untuk Pekerja dan Buruh

Yanuk menambahkan sampai hari ini belum ada efeknya dalam proses pemilihan. "Penetapan ini ada prosesnya hingga ke pengadilan, kita kan nunggu itu ya," ujarnya.

"Kita hanya hormati proses hukum yang berjalan," pungkasnya.

baca juga: Menaker: Industri Kreatif Mampu Hadapi Tantangan Akibat Pandemi

Kita menunggu keputusan pengadilan yang inkrah, nantinya pencalonan Mulyadi bisa dibatalkan. Namun, Yanuk tidak mengetahui persis undang-undangnya. "Nanti saya kirimkan, soalnya ini lagi di jalan," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, calon Gubernur Sumbar nomor urut 1 Mulyadi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pemilihan berupa kampanye di luar jadwal.

baca juga: Selama Pandemi, Kasus Narkotika dan Pencurian Meningkat di Pariaman dan Padang Pariaman

Mulyadi ditetapkan tersangka oleh Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri setelah dilakukan gelar perkara pada Jumat (4/12/2020).

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono membenarkan hal tersebut. "Iya betul, setelah dilakukan gelar perkara kemarin, calon gubernur Sumbar M ( Mulyadi ) ditetapkan menjadi tersangka," katanya saat dihubungi Katasumbar jaringan KLIKPOSITIF .com, Sabtu (5/12/2020).

baca juga: Politisi PDI Perjuangan: Yang Jalankan Prokes Saja Masih Bisa Kena, Apalagi Abai

Editor: Eko Fajri