Jamin Keamanan dan Kelancaran Pilkada Saat Pandemi, Polda Sumbar Kerahkan 6.560 Personel

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto
Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto (Katasumbar)

KLIKPOSITIF - Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto pimpin apel gelar pasukan BKO Pengamanan Pemungutan Suara pada Pilkada tahun 2020, Senin (7/12/2020).

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan, apel gelar pasukan diselenggarakan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana sebelum di terjunkan dalam pelaksanaan pengamanan pada tahap pemungutan suara sehingga Pilkada dapat terselenggara dengan aman, damai dan kondusif.

baca juga: Meriahkan HUT Kota Padang ke 752, Dinas Perdagangan Akan Lakukan Donor Darah

"Apel gelar pasukan ini merupakan representasi atas tanggung jawab dan amanah dari negara dan masyarakat demi menjamin keamanan, ketertiban dan suksesnya proses pemungutan suara di wilayah Polda Sumatera Barat," katanya.

Toni menambahkan, dalam pengamanan Pemilu tahun ini, Polda Sumbar mengamankan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Walikota di 13 Kabupaten Kota dengan melibatkan kekuatan sebanyak 6.560 personel yang terdiri dari personel BKO Polda sebanyak 1.234 dan personel Polres sebanyak 5.008.

baca juga: Pergerakan IHSG Akan Dipengaruhi Rilis Data PDB Kuartal II

Pada tahap pemungutan suara Pilkada tahun 2020 ini terdapat 12.548 TPS yang tersebar pada 179 Kecamatan, 1.158 Kelurahan/Desa/Nagari.

"Dari jumlah TPS tersebut terdapat 12.003 TPS Aman, 506 TPS Rawan, 27 TPS Sangat Rawan dan 12 TPS Khusus dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.880.361 orang," sebutnya.

baca juga: Tekan Penularan Covid-19, Pemda Diminta Perkuat Tim Khusus Testing dan Tracing

Kemudian, fenomena Pilkada tentunya tidak luput dari upaya-upaya yang tidak terpuji, adanya Hate Speech, Hoax, Black Campaign, Money Politics dan gangguan lain selama tahapan Pilkada yang akan merusak kondusifitas.

"Segera identifikasi dan antisipasi setiap kerawanan yang sewaktu-waktu akan muncul, setiap daerah memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda, lakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan kearifan lokal," ujarnya.

baca juga: Pembangunan GSG Pariaman Baru 30 Persen, Pemerintah Butuh Rp14 Miliar lagi

"Berdayakan masyarakat sebagai basis deteksi potensi gangguan kerawanan Pilkada , dan ajak untuk turut serta menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 ini," pungkasnya kemudian.

Sumber: Katasumbar

Editor: Eko Fajri