Kejati Jatim Keluarkan Sprindik Baru untuk La Nyalla

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus dugaan korupsi pembelian saham IPO Bank Jatim oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya,  Jumat (8/4) lalu.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Maruli Hutagalung menjawab pertanyaan wartawan terkait kasus dugaan korupsi pembelian saham IPO Bank Jatim oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (8/4) lalu. (ANTARAFOTO/M Risyal Hidayat)

KLIKPOSITIF -- Ketua Kadin Jawa Timur (Jatim) nampaknya belum bisa bernafas lega meskipun hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya, telah mengabulkan permohonan praperadilannya atas dugaan korupsi dana hibah pembelian saham perdana Bank Jatim senilai Rp5 miliar. 

Buktinya, beberapa saat setelah permohonan praperadilannya dikabulkan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim kembali mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru untuk La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka dugaan korupsi yang sama.

baca juga: Hari Anti Korupsi Sedunia, Semen Padang Gelar Webinar SMAP

"Ya benar, sudah dikeluarkan Sprindik baru atas perkara yang sama, yaitu terkait dana hibah Pemprov Jatim kepada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim," kata Kajati Jatim, Maruli Hutagalung di Jakarta, Rabu, 13 April 2016.

Meski permohonan praperadilan telah dikabulkan dan penyidik kembali mengeluarkan Sprindik baru atas perkara yang sama, menurut Maruli itu adalah hal yang wajar, karena tidak ada aturan yang melarang penyidik.

baca juga: Menag: Perilaku Antikorupsi Harus Dimulai Sejak Dini

"Alasan lain sprindik baru tertanggal 12 April 2016 dengan nomor 397/0.5fd1/04 2016 itui dikeluarkan, karena perkaranya juga belum sampai ke pengadilan alias masih di praperadilan atau belum ke masalah pokok materi," ujarnya.

Maruli juga menyebutkan dalam sprindik baru itu, saksi dan ahlinya yang diperiksa penyidik kejaksaan juga sama dengan perkara sebelumnya. "Pemeriksaan saksi, sudah dimulai sejak Rabu ini," bebernya.

baca juga: Bicara Tentang "Penyakit" Korupsi, Ini Kata Menkeu

Sebelumnya, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Surabaya Ferdinandus mengabulkan permohonan praperadilan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Matalitti atas dugaan kasus korupsi dana hibah pembelian saham perdana (initial public offering/IPO) Bank Jatim senilai Rp5 miliar.

Dalam amar putusannya, hakim tunggal Ferdinandus menyebutkan penetapan pemohon sebagai tersangka korupsi pembelian saham IPO Bank Jatim menggunakan dana hibah Kadin Jatim tidak sah dan cacat hukum. Kemudian, penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Tinggi dalam hal ini sebagai termohon tidak sah.

baca juga: Kejari Payakumbuh Tak Tutup Kemungkinan Adanya Tersangka Baru Terkait Dugaan Korupsi Penyimpangan Dana COVID-19

Ia juga mengemukakan, bahwa pihaknya menolak eksepsi yang diajukan termohon dan mengabulkan permohonan La Nyalla Matalitti sebagai pemohon, karena hakim menganggap, bukti-bukti yang diajukan Kejati Jatim telah usang dan telah dipertanggungjawabkan oleh dua tersangka lain dalam kasus Kadin jilid I, yakni Diar Kusuma Putra dan Nelson Sembiring.

Penulis: Riki