Ribuan Personil TNI - Polri Jaga Natal dan Tahun Baru di Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Natal dan tahun baru di Sumatera Barat ( Sumbar ) kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini karena pandemi Covid-19 ribuan tentara dan polisi serta dinas terkait akan menjaga objek vital di provinsi tersebut.

Ribuan personel ini akan mencegah terjadinya kerumunan pada saat perayaan natal dan tahun baru.

baca juga: Hari Ini, 12 Warga Terpapar COVID-19 di Tanah Datar, Kasus Positif Aktif Jadi 315 Orang

Bahkan, untuk persiapan pengamanan, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Mapolda Sumbar , Padang, Senin (15/12).

Irwan Prayitno menyampaikan, sebanyak 5.812 personil, yang terdiri dari Kepolisian 3.173 personil, TNI 353 personil dan 2.286 personil dari Instansi terkait akan disebar pada objek vital mencegah kerumanan.

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

"Tahun ini perayaan Natal dan Tahun Baru masih dalam situasi pandemi. Perlu dilakukan pengamanan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Apalagi kita sudah memiliki Perda nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam penanganan Covid-19 di Sumbar ," katanya.

Menurut Irwan, perayaan natal dan tahun baru perlu menjadi perhatian karena di dalam perayaan keagamaan dan tahun baru tentunya akan memunculkan tempat-tempat kerumunan.

baca juga: Kampung Bahari Nusantara Sungai Pisang Diyakini Masyarakat Bahari

"Kerumunan tersebut bisa berpotensi terjadi penyebaran virus Covid-19. Untuk itu kita membantu masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar dalam perayaan ibadah Natal dan Tahun Baru berlangsung dengan lancar dan aman dan sehingga terhindar dari Covid-19," sebutnya

Dia menjelaskan, natal dan tahun baru merupakan libur panjang bertepatan dengan libur panjang. Sehingga memicu terjadi gelombang pulang kampung bagi perantau.

baca juga: Terima Kunjungan Ombudsman, Wabup Pessel: Peningkatan Pelayanan Publik Sesuatu yang Mutlak

Walaupun pemerintah pusat sudah mengurangi liburan panjang akan tetapi perantau Minang yang kebanyakan berprofesi sebagai pedagang akan tetap saja tidak menghiraukannya.

"Sehingga, dijalanan banyak terjadi kemacetan dan harga tiket biasanya akan naik dan terjadi inflansi," jelasnya.

Seperti biasanya tahun baru akan terjadi kerumunan, untuk itu perlu dilakukan antisipasi. Operasi lilin akan tetap dijalankan, semua petugas dikerahkan disetiap titik-titik keramaian.

"Karena perayaan Natalan dan Tahun Baru ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak bisa kita tumpangkan kepada Polisi ataupun TNI saja," tutur Irwan.

Seterusnya Irwan Prayitno menjelaskan dengan kondisi tersebut Pemprov Sumbar telah menyediakan semua fasilitas umum sesuai dengan protokol kesehatan dan tempat karantina masih banyak yang kosong, rumah sakit pun masih bisa menampung dan kondisi ini Sumatera Barat bisa disebut terkendali.

"Semua ini diperoleh dari kerja sama antara kita semua, semoga hal yang seperti ini terjaga terus sampai munculnya vaksin," ungkapnya.

Selain itu, Irwan Prayitno juga menyampaikan, tahun lalu Sumbar sempat dihebohkan Nasional terkait dengan isu larangan Natal . Beredar isu sampai ke Nasional bahwa ada larangan Natal di Sumbar khususnya di Dhamasraya. Pada waktu itu yang bersangkutan langsung diproses yang bersangkutan.

Pelaku sudah ditangkap dan dijadikan sebagai tersangka karena apa yang di isukan tidak benar, mudah mudahan tahun ini tidak ada hal yang seperti lagi karena bisa merusak situasi dan suasana.

"Jika ada pun masalah langsung kita tuntaskan. Ini merusak tatanan adat Minangkabau, karena orang Minang mengedepankan musyawarah dan mufakat," imbuhnya.

Terkait dengan kelancaran Pilkada, Gubernur Sumbar menyampaikan, Alhamdulillah sampai saat ini masih berjalan dengan baik, dan sekarang dalam tahap penghitungan suara secara manual oleh KPU.

Selanjutnya Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral menyebutkan pihaknya akan mengerahkan 3.173 personil ditempat-tempat objek vital yang akan dilakukan pengamanan, (15/12).

Kapolda Sumbar mengatakan dalam menyambut perayaan Natal dan pergantian tahun, kepolisian secara terpusat menggelar operasi dengan sandi Operasi Lilin.

Operasi Lilin Sumbar 2020 ini akan berlangsung selama 15 hari dari tanggal 21 Desember hingga 4 Januari 2020. Petugas Polda Sumbar dan jajaran Polres dilibatkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan merayakan Natal dan pergantian tahun.

"Polda Sumbar bersama seluruh stakeholder akan berfokus dan mengutamakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Terkhusus masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Natal di gereja," tegas Toni.

Selain tempat ibadah, sarana transportasi umum, tempat pariwisata dan pusat perbelanjaan akan menjadi target operasi kali ini.

"Kami ingatkan kepada jasa travel dan bus pariwisata, setiap penumpabg diwajibkan untuk pakai masker. Kami akan tindak tegas, siapa saja yang tidak pakai masker akan diberikan sanksi hukum Perda 6 tahun 2020," serunya.

"Kalau perlu penumpang yang tidak pakai masker, dilarang turun dari mobil. Semua ini kita lakukan untuk memutus mat rantai Covid-19 di Sumbar ," ujarnya.

Sebagai penutup, Kapolda Toni Harmanto mengajak seluruh masyarakat bisa menjaga di daerahnya masing-masing untuk penerapan protokol kesehatan. Karena menurut dia, sulit untuk memastikan apakah orang yang ada di lingkungan sekitar terbebas dari virus Covid-19. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir