Polisi Tembak Sopir Travel di Padang, Ini Kronologisnya

Tersangka saat diamankan tim Satreskrim Polresta Padang
Tersangka saat diamankan tim Satreskrim Polresta Padang (Istimewa)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Seorang sopir travel dibekuk tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang atas dugaan pencurian pada Selasa 15 Desember 2020 malam sekitar pukul 22.00 WIB di satu unit rumah kontrakan yang terletak di Jalan Parupuak Tabing Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang .

Tersangka yang diketahui bernama Donny Sartika (20) terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas saat mencoba melarikan diri ketika petugas melakukan penggerebekan di lokasi tersebut.

baca juga: Ada Ruang Layanan Konsultasi Hukum di DPMPTSP Sumbar

"Awalnya kami mendapatkan laporan dari korban atas nama Dina Karmila dengan nomor laporan LP / 680 / B / XII / 2020 / SPKT UNIT II," kata Kasat Reskrim Polresta Padang , Kompol Rico Fernanda, Rabu 16 Desember 2020.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan beberapa bukti bahwa tersangka melakukan pencurian tersebut.

baca juga: Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Raya Padang, Harga Tetap Stabil

"Kami mendapatkan bukti berupa rekening koran milik korban dan rekaman CCTV di salah satu ATM di Kota Padang ," lanjutnya.

Berbekal bukti tersebut, personel Satreskrim Polresta Padang langsung melakukan penyelidikan lanjutan.

baca juga: Harga Cabai di Pasar Raya Padang Anjlok, Ini Penyebabnya

"Tadi malam kami mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut," lanjutnya.

Mendapatkan informasi itu, pihaknya langsung melakukan penggerebekan dan tersangka mencoba melarikan diri melewati pintu belakang rumah.

baca juga: Cabuli Gadis Keterbelakangan Mental, Pria Air Pura Pessel Ditangkap

"Tersangka sempat melarikan diri, kami sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Karena tidak diengahkan, kami terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kepada tersangka," lanjutnya.

Di tangan tersangka, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp6 juta.

"Tersangka diancam dengan pasal 362 Jo 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri