Barracuda Hingga 'Raisa' Siaga di Gedung MK

Mobil barracuda dan pengurai massa (Raisa) siaga jelang demo buruh di gedung MK, Rabu (16/12/2020).
Mobil barracuda dan pengurai massa (Raisa) siaga jelang demo buruh di gedung MK, Rabu (16/12/2020). (Suara.com)

KLIKPOSITIF - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal menggelar aksi lanjutan menolak Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK , Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2020). Menjelang aksi demo itu, sejumlah aparat sudah disiagakan termasuk mobil taktis.

Dari pantauan Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com di lokasi, massa buruh sedianya berkumpul lebih dulu di gerbang Monumen Nasional dekat area Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Tampak di sekitar area Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat mengarah ke gedung MK , sejumlah mobil taktis disiagakan.

baca juga: Terbanyak dalam Sejarah, Pemerintah Bakal Buka 1,2 Juta Formasi CPNS

Mobil-mobil itu terdiri dari barracuda, kendaraan pengurai massa atau Raisa hingga mobil water canon sudah berjajar di sekitar lokasi.

Sementara itu, sejumlah pasukan Brimob juga tampak berjaga mengawal jalannya demo yang dilakukan buruh ini. Namun di Jalan Medan Merdeka Barat belum terlihat ada penutupan.

baca juga: DPR Setujui Rencana Pemerintah Bubarkan Kemenristek

Sementara sejumlah massa buruh mulai berkumpul di depan gerbang Barat Daya Monas. Mereka terlihat membawa sejumlah atribut, mulai poster hingga spanduk bertulislan penolakan terhadap UU Cipta Kerja.

Nantinya, massa buruh akan longmarch ke depan gedung MK .

baca juga: Baleg DPR Setujui Draf RUU SKN

Sebelumnya, Ketua KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi lanjutan di depan Mahkamah Konstitusi itu dilaksanakan menyusul agenda sidang ketiga berkenaan judicial review UU Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi pada besok siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara untuk aksi sendiri dijadwalkan berlangsung dua jam mulai pukul 10.00 - 12.00 WIB.

baca juga: Rencana Bangun Jalan Layang di Sitinjau Lauik, Bappenas: Pendanaan Bisa dari SBSN

"Kami hanya aksi dua jam, sidang jam 14.00 WIB. Tetapi (aksi) mulai di awal saja biar ada pesan yang bisa disampaikan ke hakim Mahkamah Konstitusi . Aspirasi juga itu konstitusi tidak tertulis loh. Itu harus dipertimbangkan oleh hakim Mahkamah Konstitusi ," kata Said Iqbal dalam konferensi virtual, Selasa (15/12/2020).

Said Iqbal mengatakan ada dua bentuk aksi yang akan dilangsungkan pada besok, yakni secara langsung turun ke lapangan dan virtual melalui media sosial. Untuk aksi secara langsung, Said Iqbal mengestimasi hanya akan dihadiri oleh 200 sampai 300 buruh baik yang di Mahkamah Konstitusi maupun di aksi yang tersebar di daerah.

Ia menjamin bahwa pelaksanaan aksi yang dihadiri ratusan buruh itu bakal mematuhi imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Editor: Eko Fajri