Temuan Ombudsman Sumbar di Samsat Padang: Calo Hingga Permintaan Sejumlah Uang oleh Petugas Samsat

Perwakilan Ombudsman Sumbar saat di Samsat Padang
Perwakilan Ombudsman Sumbar saat di Samsat Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat menemukan beberapa maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di kantor Samsat Kota Padang.

Maladministrasi itu berupa permintaan uang di luar ketentuan yang berlaku pada loket cek fisik kendaraan bermotor.

baca juga: Ombudsman Sumbar: Pusat dan Daerah Punya Kewenangan Masing-masing dalam Penanganan COVID-19

"Permintaan uang dengan jumlah antara dua puluh ribu sampai dua puluh lima ribu rupiah yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Samsat ," terang Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Yefri Heriani melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 16 Desember 2020.

Yefri menyampaikan, temuan ini didapatkan dari hasil mistery shopping yang dilakukan pada Selasa, 15 Desember 2020, persis di hari terakhir pelaksanaan penghapusan denda pajak atau lebih sering disebut sebagai pemutihan denda.

baca juga: Samsat Padang dan Masyarakat Lakukan Gerakan Hening Cipta, Doakan Korban Covid-19

Selain itu juga ditemukan adanya calo yang berusaha menawarkan jasanya dalam pengurusan layanan di Kantor Samsat . Diduga aktivitas calo sudah berlangsung sejak lama. Hal ini dikuatkan dengan adanya laporan masyarakat ke Ombudman RI Perwakilan Sumbar.

"Temuan lainnya adalah belum terpenuhinya standar pelayanan publik, diantaranya seperti petugas yang tidak menggunakan tanda pengenal. Tidak adanya saluran pengaduan yang dapat diakses masyarakat dan ketiadaan petunjuk arah loket yang akan dituju masyarakat dalam setiap tahapan proses. Selain itu layanan bagi masyarakat dengan kebutuhan khusus tidak memadai," katanya.

baca juga: Ombudsman Sumbar Terima Laporan PPDB, Umumnya Terkait Zonasi

Disisi lain, masyarakat tidak diingatkan oleh petugas untuk selalu menerapkan protokol kesehatan selama berada di area kantor Samsat . Sehingga tampak adanya kerumunan di setiap loket, padahal sudah ada tanda jaga jarak. Juga ditemukan banyak masyarakat sebagai pengguna layanan, tidak menggunakan masker secara benar.

Dari kegiatan mistery shopping ini, Ombudsman melihat beberapa potensi maladministrasi berupa permintaan imbalan uang , tidak kompeten dan tidak memberikan layanan terkait ketiadaan informasi yang jelas di Kantor Samsat .

baca juga: Jelang Seleksi CPNS, Ombudsman Sumbar Akan Buka Posko Pengaduan

"Terkait temuan permintaan imbalan uang , petugas telah melakukan perbaikan langsung dengan memasang informasi bahwa layanan cek fisik tidak dipungut biaya", tukas Yefri. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir