Pelajar SMP Belum Boleh Bawa Kendaraan, Kenapa Ada Program Lantas Masuk Sekolah?

IPDA Rusli saat mengedukasi pelajar dalam program Lantas Masuk Sekolah
IPDA Rusli saat mengedukasi pelajar dalam program Lantas Masuk Sekolah (Ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Guna mencegah angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pariaman - Sumbar , Satlantas Polres Kota Pariaman ambil langkah strategis dengan program Lantas Masuk Sekolah .

KBO Satlantas Polres Pariaman IPDA Rusli menjelaskan, secara hukum pelajar setingkat SMP memang belum boleh menggunakan kendaraan sendiri namun ada pengecualian atau alasan-alasan tertentu.

baca juga: Tujuh Personel Polda Sumbar Dipecat Tidak Hormat , Empat Diantaranya Terkait Narkoba

"Mengenai itu, kami berikan edukasi tertib berlalu lintas di tiap-tiap sekolah setingkat SMP dengan program Lantas Masuk Sekolah . Tujuannya untuk mengedukasi pelajar tentang tertib berlalu lintas sehingga mengurangi angka kecelakaan," jelas IPDA Rusli, Rabu 16 Desember 2020.

Lebih lanjut dikatakannya, dasar pemikiran dari Lantas Masuk Sekolah adalah sebuah pemaknaan bahwa pelajar mempunyai emosional yang masih labil, baik secara sikap dan mental. "Jika pemahaman terhadap tertib berlalu lintas tidak diberikan maka berdampak pada pelanggaran-pelanggaran yang terjadi. Bahkan saya sering mendapatkan di mana pelajar ugal-urakan membawa motor, tak sedikit yang mengalami kecelakaan," ungkap IPDA Rusli.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Dalam program Lantas Masuk Sekolah itu, IPDA Rusli mengatakan, pihaknya harus cekatan dalam memberikan edukasi karena perihal COVID-19 menjadi tantangan dalam mengumpulkan massa.

"Jadi dalam edukasi Lantas Masuk Sekolah , kami membatasi jumlah peserta didik karena ini merupakan standar prokes. Jangan sampai penularan COVID terjadi karena ada keramaian," sebutnya.

baca juga: Usai Jabat Dua OPD di Pessel, Ahda Yanuar Kembali ke Pemprov

Program Lantas Masuk Sekolah itu sangat diapresiasi oleh pihak sekolah. IPDA Rusli mengatakan, pihak sekolah mengakui butuh pendakatan seperti program itu untuk menyentuh kedisiplinan peserta didik.

"Setiap edukasi selesai digelar, kami juga mengatakan kepada pihak sekolah untuk memanfaatkan security atau penjaga sekolah untuk menindaki pelajar yang mengendarai motor bodong. Jangan biarkan pelajar yang menggunakan motor bodong masuk sekolah," jelasnya.

baca juga: Soal Masyarakat yang Tak Mau Divaksin Covid-19, Ini Kata Ketua MUI

Kedepannya, kata IPDA Rusli, Lantas Masuk Sekolah akan menyasar pelajar setingkat SMA, yang dilanjutkan kepada perguruan tinggi yang ada di Kota Pariaman .

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi