Polres Arosuka Amankan 17 Unit Mobil Hasil Curian

Jajaran Polres Arosuka berhasil mengamankan 17 unit mobil hasil pencurian
Jajaran Polres Arosuka berhasil mengamankan 17 unit mobil hasil pencurian (KLIKPOSITIF)


KLIKPOSITIF - Jajaran Polres Arosuka berhasil mengamankan 17 unit mobil hasil pencurian dan menangkap dua orang pelaku. Dua pelaku MZ (25) dan Y (38) berasal dari Jambi.

Dari 17 unit mobil, hanya delapan unit mobil yang masih utuh sedangkan sembilan unit mobil lainnya sudah dibongkar. 17 unit mobil yang diamankan Sat Reskrim Polres Arosuka itu berjenis pick-up. 15 unit mobil L300 satu diantaranya jenis mini bus, 2 unit lainnya berjenis Colt T.

baca juga: Uang Hasil Pencurian Batu Akik Rp 286 Juta Lebih, Pelaku Habiskan untuk Belanja dan Pesta

Kapolres Arosuka AKBP Reh Ngenana melalui Kasat Reskrim Polres Arosuka AKP Budi Satria mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari aksi perampokan mobil L300 Nopol BA 8247 PE yang dilakukan tersangka MZ bersama Y di kawasan Halaban, Simpangpulai, Nagari Panyakalan, Kecamatan Kubung dini hari sekitar pukul 04.30 Wib Selasa (22/3).

Usai beraksi, kedua tersangka berhasil kabur dengan langsung mengemudikan mobil tersebut ke arah Sijunjung. Mengetahui itu, pihak Reskrim Arosuka langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Sijunjung. Selesai Subuh, jajaran Polres Sijunjung berhasil menangkap kedua pelaku yang berencana ke Jambi.

baca juga: Ada Pembaruan, SIM C Bakal Dibagi Tiga Bagian

Pihak Mapolres Arosuka lantas menjemput kedua tersangka pada malam Kamis (24/3) untuk digiring ke sel tahanan Polres Arosuka.

"Nah, dari pengembangan interogasi kedua tersangka ini kita berhasil menjemput mobil-mobil ini," terang AKP Budi Satria didampingi KBO Reskrim Iptu Evi Wansri, Senin 28 Maret 2016.

baca juga: Viral Penumpang Dikeroyok dalam Bus Pessel-Padang, Polres Pessel : Lakukan Penyelidikan

1 unit barang bukti (bb) mobil ini dijemput dari Payakumbuh. 9 unit bb berasal dari wilayah Kecamatan Gunungtalang, Kecamatan Lembangjaya dan Lembahgumanti.

"Semua bb yang berhasil kita kandangkan 17 unit pada Minggu, (27/3)," terangnya.

baca juga: Hadiri Wisuda ke-55, Gubernur Sumbar Dukung UMMY Solok Jadi PTN

Sementara itu, KBO Reskrim Iptu Evi Wansri mengatakan, penjemputan mobil ini juga beragam. Ada mobil yang ditinggalkan tersangka di jalan.

Dalam menjalankan aksinya lanjut Budi, pelaku tidak langsung menjual mobil utuh. Namun, terlebih 'membedah' mobil tersebut. Dan hanya onderdil mobil yang diperdagangkan.

Kepada petugas, tersangka mengaku, hasil pembedahan mobil-mobil tersebut dijual mulai harga Rp10 juta hingga Rp20 juta, atau tergantung tahun mobil.

Di duga, kedua pelaku ini masih termasuk jaringan para tersangka yang ditangkap oleh Polres Lima Puluh Kota. Petugas juga mendapat informasi, jika jaringan ini sudah berhasil menjual sekitar 35 unit mobil. "Sekitar 9 orang tersangka lainnya masih kita selidiki," kata Kapolres Reh Ngenana.

Kapolres meyakini, sindikat ini memiliki jaringan luas dan merambah lintas Provinsi Jambi, Riau dan Sumbar. Dengan demikian, pihaknya akan terus melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Polres lain di Sumbar. "Kita akan terus memburu pelaku yang tergabung dalam jaringan ini," tegasnya. (ER Chaniago)

Penulis: Fitria Marlina