LPPM Unand Dampingi Rumah Batik Dewi Busana Lunang Kembangkan Motif Batik Berbasis Naskah Kuno

Naskah kuno dijadikan motif batik
Naskah kuno dijadikan motif batik (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Era ekonomi kreatif telah memberi peluang warisan budaya menjadi deposit mata tambang baru untuk industri kreatif. Salah satunya dengan pengembangan ragam hias yang terkandung di dalam naskah kuno (iluminasi) menjadi desain motif batik .

Hal ini yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas ( Unand ) dalam pemberdayaan UKM Dewi Busana Lunang.

baca juga: DPRD Pessel Sampaikan 13 Rekomendasi Terhadap LKPj Bupati 2020, Satu Diantaranya Ditujukan untuk PDAM

LPPM Unand mampu mengembangkan iluminasi (ragam hias) yang terkandung dalam naskah kuno untuk dijadikan motif batik . Sehingga usaha batik yang terletak di yang terletak di Lunang Selatan, Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan itu sudah sejak 2019 yang hingga sekarang telah memanfaatkan hasil penelitian khazanah iluminasi naskah kuno yang dilakukan oleh Pramono.

Dosen dan peneliti Unand Pramono mengatakan, Pengembangan ragam hias naskah kuno itulah yang dimanfaatkan untuk memperkaya ragam desain motif batik di UKM Dewi Busana Lunang.

baca juga: Masyarakat Penerima Banpres UMKM Serbu Kantor Kas BNI Painan Urus Hal Ini

"Di Pesisir Selatan ini cukup banyak ditemukan naskah kuno yang mengandung iluminasi (ragam hias) menawan untuk dijadikan motif batik ," ujarnya, Sabtu, 19 Desember 2020.

Pramono menyampaikan ada ratusan naskah kuno di Pessel , seperti terdapat di Surau Tanjung Limau Sundai (23 naskah) peninggalan Kesultanan Inderapura di Muara Sakai, Inderapura (40 naskah) koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Lunang (25 naskah) dan 30-an naskah tersebar di tengah masyarakat sebagai milik pribadi.

baca juga: Waspada Zat Berbahaya, Pemkab Pessel Imbau Masyarakat Teliti Membeli Makanan

"Sudah beberapa motif dari naskah koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah yang kita jadikan motif batik di UKM Dewi Busana Lunang," terangnya.

Dewi Hapsari Kurniasih (42 tahun), selaku pemilik usaha batik itu mengaku merasa terbantu dengan adanya pendampingan dari LPPM Unand .

baca juga: Ujian SBMPTN Gelombang II di Unand akan Dilaksanakan 26 April hingga 2 Mei 2021

"Iluminasi naskah kuno hasil kajian Pak Pramono sangat bermanfaat bagi pengembangan produk batik kami," ujarnya.

Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S. Dinata menyampaikan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti ini diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum dan pelaku UKM secara khusus.

"Harapan kami, semoga ada beberapa UKM yang bergerak di bidang batik yang lain di Sumbar yang juga mendapat pendampingan ke depannya, kata Uyung. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir