Daliyus K Sebut Banyak Destinasi Wisata di Pasbar Belum Terkelola dengan Baik

Air Terjun Siburai Burai Padang yang berada Jorong Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali
Air Terjun Siburai Burai Padang yang berada Jorong Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali (Ist)

PASBAR, KLIKPOSITIF - Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat , Daliyus K menyampaikan destinasi yang berada dibawah kaki Gunung Pasaman ini masih alami dan belum pernah dikelola oleh pemerintah dan swasta.

"Banyak potensi wisata yang luar biasa melimpah tersimpan dibawah kaki Gunung Pasaman, namun belum terkelola dengan baik," sebut Daliyus K, Senin (21/12/2020).

baca juga: Ringankan Beban Warga di Tengah Pandemi Corona, PT SBS Bagikan 314 Paket Sembako

Menurutnya keindahan alam yang tersembunyi seyogyanya instansi yang berwenang dalam pengembangan wisata harus aktif. Sebab Pasaman Barat kaya akan destinasi wisata.

Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain
Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain

"Kita memiliki gunung, perbukitan, sungai dan laut. Tentu hal itu akan menjadi daya tarik untuk wisatawan, baik itu lokal maupun mancanegara," katanya.

baca juga: 31 Warga Pasbar Positif Corona, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

Daliyus mencontohkan destinasi wisata Air Terjun Siburai Burai Padang yang berada Jorong Anam Koto Utara, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat . Banyak pesona keindahan alam yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K bersama masyarakat saat meninjau lokasi air terjun siburai-burai padang
Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K bersama masyarakat saat meninjau lokasi air terjun siburai-burai padang

Selain itu Pemandian Pincuran Tujuh dan Batu Lipek Kain, katanya pesona alam ini belum banyak dikunjungi pengunjung dan belum tersentuh dan dikelola dengan baik.

baca juga: Musorkablub KONI Pasaman Barat 2021 Bakal Digelar Besok, Ini Penjelasan Ketua Panitia

"Karena belum mendapatkan sentuhan dan dikelola dengan baik, akses jalan menuju pemandian pincuran tujuh dan batu balipek ini harus berjalan kaki," jelasnya.

Batu lipek kain
Batu lipek kain

Untuk menuju lokasi jelas Daliyus K, para pengunjung harus menyusuri jalan setapak sepanjang 1,5 kilometer dari Kampung Kurai. Pengunjung pun tidak dipungut biaya apa pun.

baca juga: Berada di Zonasi Orange, Bupati Pasbar Wajibkan Masyarakat Pakai Masker saat Salat Idul Fitri

Sebagai wakil rakyat yang juga putra daerah Kecamatan Kinali, ia telah meminta kepada masyarakat setempat untuk membebaskan lahan, agar akses jalan menuju lokasi wisata bisa dianggarkan.

Daliyus dilokasi destinasi wisata batu lipek kain
Daliyus dilokasi destinasi wisata batu lipek kain

"Saya telah menyampaikan kepemuda dan tokoh masyarakat untuk dapat membebaskan lahan untuk pembuatan jalan. Jika jalan bisa kita bangun, pengunjung objek wisata ini akan bertambah," pinta Daliyus, yang hobi menjelajah alam itu.

Lanjutnya menerangkan, dengan dibangunnya jalan kelokasi objek wisata tersebut, tentunya perekonomian masyarakat sekitar bisa bangkit, dengan cara berjualan disekitar objek wisata dan selain itu bisa menambah PAD.

"Saya sudah kelokasi, palingan jalan yang akan dibangun sepanjang 1 kilometer dan saya siap menganggarkan dari dana pokir dewan saya. Namun itu tadi, lahan harus bebas tanpa ada permintaan ganti rugi," terang Daliyus K.

Dari wisata alami yang telah disebut diatas, belum pernah dikelola oleh pemerintah dan swasta hingga saat ini.

Menuju objek wisata alam ini sangat mudah untuk dikunjungi, hanya membutuhkan waktu 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer dari jalan lintas Manggopoh tepat nya dari Pasar Durian Kilangan Kinali menuju Kampung Kurai, Jorong Sigunanti.

Dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun empat, para wisatawan sudah bisa sampai dikampung tersebut. Perkampungan ini perkampungan penduduk, wisatawan bisa memarkir kendaraan nya dikampung ini.

Namun untuk menuju lokasi pemandian, wisatawan terpaksa harus berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Kurai menyusuri area perkebunan, pemukiman dan perbukitan.

Untuk itu Daliyus berharap kedepannya pemerintah lebih giat mengembangkan potensi wisata yang ada di Pasaman Barat . Selain meningkatkan PAD Pasaman Barat juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

"Kita dari DPRD siap membantu mensukseskan wisata-wisata yang ada di Pasaman Barat . Namun intinya kemauan, jika kita yang mau sementara pemerintah diam, kan sama saja," ujarnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Khadijah