Unand Kembangkan Ragam Hias Naskah Kuno Menjadi Motif Batik

Pramono saat memperlihatkan ragam hias dalam naskah kuno yang akan dijadikan motif batik atau kain oleh pakiah di Surau Simaung atau Surau Syekh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung pada 20 Desember 2020
Pramono saat memperlihatkan ragam hias dalam naskah kuno yang akan dijadikan motif batik atau kain oleh pakiah di Surau Simaung atau Surau Syekh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung pada 20 Desember 2020 (Istimewa)

SIJUNJUNG, KLIKPOSITIF - Universitas Andalas ( Unand ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melakukan pengembangan terhadap motif batik di Sumatera Barat (Sumbar).

Unand memanfaatkan ragam hias yang ada dalam naskah kuno untuk menjadi motif batik , kemudian melakukan penempingan terhadap kelompok pengrajin batik di provinsi itu.

baca juga: Google Merayakan Ulang Tahun ke-90 Pelopor Batik Indonesia Go Tik Swan, Begini Kisahnya

Filolog Unand Pramono menjelaskan, di Sumbar terdapat naskah-naskah kuno dengan kekayaan kandungan sastra, sejarah, hagiografi, agama, pengobatan tradisional dan lain-lain. Selain itu juga terdapat keragaman iluminasi (ragam hias di dalam naskah).

"Ragam hias itu biasa ada dalam lembaran naskah kuno . Jadi orang dulu sangat kreatif dan punya jiwa seni tinggi, dalam tulisan yang mereka buat ada semacam motif. Motif ini yang kita jadikan motif batik ," terangnya, Minggu, 21 Desember 2020.

baca juga: Kuliah di Unand, Hikmah Bagi Para Penghafal Alquran

Pramono yang sudah lama melakukan penyelamatan naskah kuno dengan digitalisasi naskah mengumpulkan motif tersebut dan memanfaatkan motif tersebut untuk kebutuhan masyarakat.

"Sebagai pengabdian kami dari kampus melakukan pelatihan terhadap kelompok-kelompok pengrajin batik agar bisa memanfaatkan khazanah. Sehingga menjadi bernilai guna dan bernilai jual," katanya.

baca juga: Unand Akan Bangun Rusunawa untuk ASN

Dalam rangka pemanfaatan khazanah naskah LPPM Unand mengadakan pelatihan bagi para pakiah di Surau Simaung atau Surau Syekh Malin Bayang di Jorong Tapian Diaro Nagari Sijunjung, Kabupaten Sijunjung pada 20 Desember 2020.

Pelatihan itu diadakan agar para pakiah dapat mengembangkan khazanah naskah untuk industri krearif sebagai pendukung wisata religi ziarah . Sebab, selain makam Syekh Burhanuddin di Ulakan Padang Pariaman yang dikunjungi ribuan penziarah setiap 10 Safar, Surau Simaung juga menjadi tujuan peziarah.

baca juga: Kerja Sama dengan Unand, Ini yang Ingin Dicapai Pemprov Sumbar

"Dua ribuan peziarah dari berbagai provinsi (Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Lampung) datang ke Surau Simaung," tutur Pramono.

Surau yang namanya diambil dari pohon simaung (Pangium Edule) ini merupakan surau yang dulunya pernah hidup tradisi intelektual Islam yang cukup maju pada masa lampau.

Satu bukti tentang ini adalah dengan ditemukannya 88 naskah tersebut.

Khazanah naskah yang berumur ratusan tahun itu telah dideskripsikan dan didigitalkan oleh Pramono (filolog Universitas Andalas) dan tim pada 2019 yang lalu.

"Selama sebulan kami berhasil mendigitalkan 20.914 halaman naskah dengan lebih dari 200 teks (kandungan isi naskah) koleksi Surau Simaung, kata Pramono. Tambahnya, kegiatan itu atas dukungan program Digital Repository of Endangered and Affected Manuscripts in Southeast Asia (DREAMSEA)," ungkapnya.

Menurut Pramono selaku ketua tim pelaksana pengabdian, melalui penerbitan edisi teks dan rekayasa iluminasi menjadi motif kain akan memberi peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif .

"Hasil terbitan edisi teks naskah dan rekayasa iluminasi menjadi desain motif kain dapat menjadi buah tangan bagi penziarah yang datang ke Surau Simaung," katanya.

Di lain tempat, ketua LPPM Unand , Dr. Uyung Gatot S. Dinata mengharapkan kegiatan menjadi pendampingan jangka panjang. Naskah-naskah koleksi Surau Simaung harus dikelola secara baik, sehingga penziarah dapat melihat khazanah naskah tersebut sebagai warisan intelektual ulama pada masa lampau. ungkapnya.

"Ini akan menjadi nilai lebih Surau Simaung sebagai tujuan wisata religi ziarah ," ujar Uyung. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir