Berusia 236 Tahun, Ini Sejarah Kota Bukittinggi Dari Nagari Hingga Jadi Kota Penting di Sumatera

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang Bukittinggi (Haswandi)

KLIKPOSITIF - Dahulunya Bukittinggi merupakan sebuah Nagari yang bernama Kurai V Jorong.

Dikutip dari Boekittinggi Tempo Doeloe karya Zulqayyim, penduduk awal Kurai V Jorong berasal dari perpindahan Ninik Mamak Pariangan, Tanah Datar (kaki Marapi sebelah selatan. Total yang pindah sebanyak 13 Ninik.

baca juga: 12 Pemuda di Bukittinggi Terjaring Operasi Premanisme

Awalnya mereka mengitari kaki Marapi arah timur, lalu berbelok arah utara. Disini, mereka "manaruko" sebuah pemukiman awal yang dinamakan Koto Jolang.

Koto Jolang, kemudian dikembangkan oleh 13 Ninik itu, sehingga jadilah sebuah perkampungan pertama yang diberi nama sesuai jumlah mereka yakni Joronh Tigo Baleh.

baca juga: Perdagangan Saham Garuda di Bursa Efek Dihentikan

Selanjutnya, mereka berpencar dan mendirikan 4 Jorong lagi sehingga membentuk sebuah nagari yang disebut Kurai.

Penduduknya pun disebut Urang Kurai, selanjutnya terjadi perkembangan dengan pendirian sejumlah pasar di bukit paling tinggi yakni Bukit Kubangan Kabau.

baca juga: Pemko Pariaman Belajar Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah ke Walikota Medan

Sebab ini bukit paling tinggi, maka bernamalah daerah ini dengan Bukittinggi hingga sekarang.

Zaman Belanda hingga awal kemerdekaan, Bukittinggi terus berkembang menjadi kota penting di Sumatera maupun Indonesia.

baca juga: Terima Kunjungan Ombudsman, Wabup Pessel: Peningkatan Pelayanan Publik Sesuatu yang Mutlak

Bukitinggi sempat menjadi ibukota provinsi Sumatera Tengah maupun Ibukota Indonesia zaman PDRI.

Pada tahun 1988, Pemko Bukittinggi memutuskan 22 Desember 1784 sebagai awal mula berdirinya kota.

Tanggal ini, disebut memenuhi kriteria historis dari Bukittinggi dan hari ini, Bukittinggi genap berusia 236 tahun.

Sumber: Katasumbar.com

Editor: Eko Fajri