KPU Sumbar Digugat Dua Paslon di Pilgub ke MK

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Susul Nasrul Abit -- Indra Catri . Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar nomor urut 1 Mulyadi -- Ali Mukhni juga mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) ke Mahkamah Konstitusi ( MK ).

Dikutip dari laman resmi MK , permohonan tercatat dalam Akta Pengajuan Permohonan Pemohon (APP) Nomor 133/PAN. MK /AP3/12/2020 yang diumumkan di halaman MK .

baca juga: Ratusan Berkas Pelamar CPNS di Kota Padang Dinyatakan Tidak Lengkap

Mulyadi -- Ali Mukhi mengajukan gugatan pada Rabu (23/12/2020). Akta permohonan diterima dan ditandatangani oleh panitera Muhidin.

Dalam surat dijelaskan, Mulyadi dan Ali Mukhni sebagai pemohon mengajukan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Tahun 2020. Dalam surat tidak disebutkan nama kuasa hukum. Sementara KPU Sumbar sebagai termohon.

baca juga: Sinkronkan Data Pemilih Ditengah Pandemi Corona, Komisioner KPU Berdialog dengan Wali Kota

Sebelumnya diberitakan, Calon Gubernur Sumbar nomor urut 1 Mulyadi memberikan selamat kepada pasangan Mahyeldi -- Audy Joinaldi.

Hal tersebut terlihat dari postingan instagram Calon Gubernur Mahyeldi @mahyeldisp.

baca juga: Bansos Kemenkumham Dibagikan kepada Warga Pariaman

Dari foto yang diunggah tersebut terlihat Mahyeldi -- Audy Joinaldi dan Miko Kamal terlihat berfoto bersama dengan Mulyadi dengan mengacungkan salam lima jari.

"Terimakasih kepada bapak @irmulyadi telah memberikan ucapan selamat dan dukungan kepada kami @maydiaudy.id," tulis akun tersebut.

baca juga: Hujan Badai, Pohon Tumbang Timpa Badan Jalan di Pariaman

Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih kepada Cagub Fakhrizal yang juga telah menyampaikan ucapan selamat. "Jenderal menyampaikan ucapan selamat pada malam sesaat usai Pilkada melalui telepon seluler," tulisnya.

Sebelumnya, pada 12 Desember 2020, Mulyadi dalam keterangan persnya di Posko Pemenangannya di Padang juga membernakan ucapan selamat tersebut.

"Saya telah menyampaikan selamat ke Mahyeldi -- Audy karena unggul berdasarkan hitung cepat (Quick Count) dua lembaga survei," katanya.

Editor: Eko Fajri