Tumbuh Mekar, Bunga Bangkai Raksasa di Kampung Akat Jadi Objek Wisata Dadakan

Indrianto salah seorang pemuda yang menunjukan perkembangan bunga bangkai di Kampung Akat-Pessel
Indrianto salah seorang pemuda yang menunjukan perkembangan bunga bangkai di Kampung Akat-Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Penemuan bunga bangkai raksasa di Kampung Akat, Nagari Kam bang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat, hingga kini terus menarik minat warga untuk menyaksikan. Apalagi kondisinya setelah mekar.

Penemuan bunga bangkai raksasa, bukanlah yang pertama kali ada di Kampung Akat. Namun, karena kebetulan areal penemuannya lebih dekat di kawasan permukiman, sehingga bunga ini-pun menjadi objek rekreasi warga jelang pergantian tahun ini.

baca juga: Bupati Pessel Bolehkan Salat Ied di Masjid dan Lapangan, Kecuali di Nagari Zona Merah

Seperti pantauan KLIKPOSITIF , Sabtu 26 Desember sore, tidak hanya warga lokal. Namun, warga dari luar Pessel -pun tidak kalah antusias untuk menyaksikan, di antaranya dari Sungai Penuh-Jambi.

"Ada yang datang dari Jambi, Sungai Penuh. Kemudian dari Padang juga ada," ungkap Indrianto (30), pemuda penjaga bunga raksasa itu.

baca juga: Sekjen Gerindra Nyatakan Siap Dukung Normalisasi Batang Tapan Pessel

Ia menjelaskan, antusias pengunjung untuk menyaksikan bunga raksasa ini tidak terlepas dari lokasi yang mudah dijangkau. Apalagi, saat warga setempat cukup berinisiatif untuk melestarikan.

"Dari informasi pemilik lahan, dulu sebelum penemuan ini, 100 meter dari sini juga ada ditemukan. Cuma waktu itu, tidak ada pengolahan (dikelolah)," terangnya.

baca juga: Bantu Ketersedian Pangan di Rahul Tapan, Bupati Pessel Kirim 10 Ton Beras Untuk Korban Banjir

Lanjutnya, terkait penemuan bunga bangkai di kampung itu, masyarakat berharap ada simpati pemerintah untuk melihat. Apalagi, sejak ditemukan belum ada dilakukan penelitian atau kunjungan tertentu untuk mempelajarinya.

"Kalau seandainya bunga ini, perkembangan nya lama. Rencana kami akan menjadi objek bunga bangkai ini menjadi zona pariwisata," ujarnya.

baca juga: Wagub Sumbar Minta Petugas Perbatasan Tegas Cegat Pemudik

Keberadaan bunga bangkai di Kampung Akat ini diketahui sejak Minggu 13 Desember 2020. 13 hari sejak ditemukan, Jumat 25 Desember mulai menunjukan pertumbuhan baik dan mekar.

Lokasi penemuan bunga bangkai ini, berada di areal peladangan. Tidak jauh dari permukiman warga, dan dari jalan nasional berjarak kisaran 12 kilometer dengan 30 menit lama perjalanan memakai kendaraan roda dua.

Selain roda dua, juga bisa mengunjungi dengan kendaraan roda empat. Jika datang dari arah Painan (utara), bisa melalui simpang Pasir Putih Kambang-Padang Rubiah dan dari selatan atau dari Bengkulu dan Jambi bisa masuk dari simpang Pasar Balai Kami Kambang atau beberapa meter setelah melewati Pasar Kambang.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani