Pengunjung TMSBK Bukittinggi Membludak, Kapolres Bukittinggi: Keputusan Salah

penumpukan wisatawan di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).
penumpukan wisatawan di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK). (Katasumbar)

KLIKPOSITIF - Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara menyoroti kebijakan Pemko Bukittinggi menggratiskan objek wisata saat Hari Jadi Kota (HJK).

Selama penggratisan, banyak wisatawan abai terhadap protokol kesehatan seperti tidak menjaga jarak, dan tidak memakai masker dengan benar.

baca juga: Identik dengan Busana Branded, Gamis Nagita Slavina Bibanderol dengan Harga Terjangkau Cocok Untuk Lebaran

Dody menyatakan, kebijakan tersebut merupakan keputusan yang salah.

"Itu salah, tak ada koordinasinya dengan kita," ucap Kapolres, Senin 28 Desember 2020.

baca juga: Sambut Lebaran, Ingat Makan Berlebihan Bisa Picu 6 Masalah Kesehatan Ini

Akibat penggratisan, terjadi penumpukan wisatawan terutama di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

"Saya tahunya penggratisan itu malah dari media, tak ada koordinasinya," ujarnya

baca juga: Jelang Lebaran, Wisma Atlet Rawat 1.247 Pasien Covid-19

Penggratisan objek wisata terjadi pada 22-23 Desember 2020. Pemko Bukittinggi mengambil langkah ini dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota (HJK).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri menyebut, telah memanggil pihak-pihak terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut.

baca juga: Ini Tips Lebaran Tetap Aman Ditengah Pandemi dari WHO

"Kabid dan Pengelola TMSBK sudah kita mintai keterangan. Kasus masih Polsek Kota yang menangani," ucapnya.

KATASUMBAR jaringan KLIKPOSITIF .com mengkonfirmasi kasus ini ke Kabag Humas Pemko Bukittinggi Yulman, namun ia menjawab silahkan langsung konfirmasi ke Dinas Pariwisata .

Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Nenta saat coba dikonfirmasi tidak mengangkat telpon.

Sebelumnya, Kabid TMSBK Ikbal mengatakan jumlah pengunjung yang datang dari berbagai daerah mencapai 10 ribuan.

Saat dikonfirmasi ulang, Ikbal membenarkan jika ia telah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.

"Kalau soal tidak ada koordinasi dengan pihak Kepolisian, saya tidak tahu sebab saya hanya menjalankan kebijakan," ucap Ikbal.

Hingga saat ini, belum ada laporan terjadinya kasus penularan Covid-19 terkait ramainya wisatawan selama penggratisan objek wisata tersebut.

Editor: Eko Fajri