Andre Rosiade Sebut Indonesia Negosiasi dengan 7 Produsen Vaksin

Andre Rosiade
Andre Rosiade (ist)
PADANG, KLIKPOSITIF

- Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menjelaskan soal perkembangan negosiasi Indonesia dalam pengadaan vaksin Covid-19. Anggota dewan asal Sumatra Barat (Sumbar) itu menyebut bahwa RI tengah bernegosiasi dengan 7 produsen vaksin .

"Menurut informasi yang kami dapatkan dari mitra kami di Bio Farma, bahwasannya Kementerian Kesehatan sudah mengeluarkan keputusan untuk membeli 7 jenis vaksin . Dari 5 itu ada tambahannya (jenis vaksin ) 2 itu," kata Andre Rosiade , Selasa (29/12).

baca juga: Andre Rosiade Bantu Penyandang Disabilitas di Tanah Datar yang 34 Tahun Menderita Tumor Ganas

Andre menyebut informasi ini didapatkannya langsung dari Dirut Bio Farma. Andre menyatakan negosiasi terus dilakukan karena setiap produsen punya keterbatasan kuota.

"Dari 7 jenis, itu yang terbaru ya, dari 7 jenis itu sudah ada keputusannya. Jadi Kemenkes (Kementerian Kesehatan) sudah memutuskan, mengeluarkan surat keputusan, untuk Indonesia dalam program vaksinasi ada 7 vaksin , 2 (dari) China, sisanya (dari) Eropa, Amerika, dan lain-lain," sebut Andre.

baca juga: Presiden Pasang Target 70 Persen Penduduk Sudah Divaksin Pada Akhir 2021

"Jadi sekarang prosesnya adalah dalam tahap negosiasi antara Bio Farma dengan produsen-produsen itu karena setiap produsen ada keterbatasan kuota. Yang berhasil sudah Sinovac, sisanya negosiasi. Berdasarkan telepon saya dengan Dirut Bio Farma, tahapan sekarang negosiasi Bio Farma dengan produsen vaksin ," imbuh politikus Partai Gerindra itu.

Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) mengapresiasi langkah pemerintah dalam pengadaan vaksin COVID-19 untuk rakyat. Menurut Andre, apa yang sudah tersedia saat ini patut disyukuri dan jangan saling menyalahkan.

baca juga: Andre Rosiade Tolak Usulan Pembubaran Kementerian BUMN

"Yang sudah

on the track

itu Sinovac. Tanpa perlu kita saling menyalahkan, saatnya kita bersatu bekerja sama gotong royong dan terus bekerja keras, bahu membahu. Harapan kita pemerintah bisa segera memberikan solusi yang terbaik. Kita di Komisi VI mendukung penuh langkah pemerintah," sebut anggota Dewan Pembina Partai Gerindra itu. (*)

Editor: Riki