Tak Permasalahkan FPI Tukar Nama, Mahfud MD : Yang Bagus Akan Tumbuh Yang Tidak Bagus Akan Layu

Mahfud MD
Mahfud MD (Humas/Setkab/Jay)
KLIKPOSITIF - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD tidak melarang pembentukan Front Persatuan Islam asalkan tidak melanggar hukum.

"Boleh. Mendirikan apa saja boleh, asal tidak melanggar hukum. Mendirikan Front Penegak Islam boleh, Front Perempuan Islam boleh, Forum Penjaga Ilmu juga boleh. Pemerintah tidak akan melakukan langkah khusus. Wong tiap hari juga berdiri organisasi," kata Mahfud dalam siaran persnya, Jumat (1/1/2021).

baca juga: Minta Masyarakat Tidak Alergi Terhadap Perubahan, Mahfud MD : Tidak Ada Hukum yang Berlaku Abadi

Menurut dia, pendirian Front Persatuan Islam tidak ada bedanya dengan organisasi massa pada pemerintahan masa lalu. Sepertinya halnya pembubaran organisasi Masyumi."Dulu Masyumi bubar kemudian melahirkan Parmusi, PPP, DDII, Masyumi Baru, Masyumi Reborn, dan sebagainya, juga tidak apa-apa. PSI yang dibubarkan bersama Masyumi juga melahirkan ormas-ormas dan tokoh-tokohnya sampai sekarang," kata Mahfud.

Kemudian, PNI berfusi melahirkan PDI dan melahirkan PDI Perjuangan, Barisan Banteng Muda, dan sebagainya. "Nahdlatul Ulama (NU) pernah pecah dan pernah melahirkan KPP-NU juga tidak ditindak sampai bubar sendiri," kata Mahfud.

baca juga: Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Mahfud MD dan TII Strategi Perbaikan

Ia menegaskan secara hukum dan konstitusi, tidak ada yang bisa melarang orang untuk berserikat dan berkumpul.

"Itu tak menjadi masalah asalkan tidak melanggar hukum dan menganggu ketenteraman dan ketertiban umum. Secara hukum alam, yang bagus akan tumbuh, yang tidak bagus akan layu baik yang lama maupun yang baru," katanya.

baca juga: Wacana Revisi UU ITE, Mahfud MD : Bagaimana Kalau Orang Membuat Cerita Bohong yang Membahayakan?

Mahfud juga mengatakan hingga kini kurang lebih ada 440.000 ormas dan perkumpulan.

Sumber : suara.com

baca juga: Tanggapi JK, Mahfud MD: Laporan ke Polisi Terhadap Suatu Kritik Bukan Dilakukan Pemerintah

Editor: Haswandi