Sebelum Pembelajaran Tatap Muka, Guru di Padang Panjang Wajib Jalani Rapid Test Antigen

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

PADANG PANJANG , KLIKPOSITIF - Memastikan persiapan sekolah untuk penetapan kembali PBM (Proses Belajar Mengajar) tatap muka, Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang bentuk tim persiapan yang melibatkan instansi terkait untuk turun ke lapangan.

Sekda Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra, mengatakan, Sejauh ini Padang Panjang tengah melakukan persiapan untuk memastikan kesiapan sekolah memberlakukan pembelajaran tatap muka. Sekolah sudah disurvey dan dilakukan visitasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

baca juga: Berikan Layanan Berkualitas, Klinik Gunuang Padang Panjang Jadi FKTP Terbaik

"Tidak hanya melihat fasilitas belajar mengajar juga sarana prasarana kesehatan yang sesuai dengan protokol Covid-19 ini. Jika semua sudah siap, baru diberlakukan PBM tatap muka," sebut Sonny.

Mengacu pada hasil Rakor provinsi, ungkap Sonny, jika memang dilaksanakan pembelajaran tatap muka, peserta didik dalam kelas hanya boleh 50 persen, paling banyak hanya 18 orang. Tidak ada pembagian shift pagi dan siang.

baca juga: Percepatan Program Vaksinasi, PLN Padang Panjang Gandeng Dinkes Padang Panjang

Tidak hanya peserta didik, tenaga pendidik atau guru yang mengajar, tegas Sonny lagi, wajib mengikuti rapid test antigen .

"Ini salah satu langkah, mengantisipasi penyebaran Covid-19, maupun mencegah terjadinya cluster sekolah ," tegas Sonny Budaya Putra.

baca juga: Hari Ini Pengumuman Hasil Seleksi Guru Honorer Jadi PPPK Tahap Pertama, Cek Disini

Sonny menilai, PBM tatap muka memang sudah dirindukan masyarakat. Hanya saja, situasi dan kondisi pandemi masih saja menghantui dan patut terus di antisipasi.

"PBM secara daring kita lakukan sebelum semua persiapan kita selesaikan. Mulai dari sarana dan prasarana pendidikan hingga sistem PBM yang mengacu pada ketentuan protokoler kesehatan," tegas Sonny.

baca juga: Pemerintah Salurkan 3,6 Juta Paket Data untuk Dukung Pelajaran Daring

Penulis: Dirga Rahmat | Editor: Haswandi