Donald Trump Dilarang Main Golf di Skotlandia, Perdana Menteri Ungkap Hal Ini

Donald Trump
Donald Trump (The Times)

KLIKPOSITIF - Perdana Menteri Skotlandia Nicola Sturgeon pada hari Selasa (5/1/2021) mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak akan diizinkan bermain golf di negaranya dalam beberapa minggu mendatang karena pemberlakuan baru penutupan wilayah terkait Covid-19.

Berbicara kepada wartawan selama pengarahan rutinnya mengenai Covid-19, Sturgeon ditanya tentang laporan rencana Trump untuk melakukan perjalanan ke resor golf Turnberry di Skotlandia pada 20 Januari mendatang, ketika Presiden terpilih AS Joe Biden akan dilantik.

baca juga: Ribut Terkait Keaslian Rambut Donald Trump, Ini Penjelasan Penata Rambut

Sturgeon, pada hari Senin mengumumkan penutupan total di seluruh Skotlandia setelah lonjakan kasus Covid-19. Ia mengatakan penutupan itu termasuk larangan bepergian.

"Kami tidak mengizinkan orang datang ke Skotlandia tanpa tujuan penting saat ini, dan itu akan berlaku untuk Trump sebagaimana berlaku bagi orang lain. Datang untuk bermain golf tidak saya anggap sebagai tujuan penting," kata Sturgeon melansir suara.com

baca juga: Kalahkan Obama, Trump Jadi Pria Paling Dikagumi 2020

Para pejabat AS menolak mengatakan apa yang akan dilakukan Trump pada hari pelantikan Biden.

Tetapi harian Sunday Post di Scotlandia, minggu ini melaporkan Bandara Prestwick di Glasgow diberitahu untuk menunggu kedatangan pesawat militer AS yang sebelumnya digunakan oleh Trump. Laporan yang sama mengatakan pesawat pengintai militer AS terlihat mengitari lapangan golf tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

baca juga: Donald Trump : Saya Tidak Dijadwalkan Untuk Divaksin

Sturgeon, seorang pengecam Trump, mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak mengetahui rencana perjalanan Trump tetapi menambahkan, "Saya berharap dan memperkirakan sbagaimana harapan dan perkiraan semua orang- meskipun tidak semua orang berharap bahwa rencana perjalanan mendadaknya karena ia harus keluar dari Gedung Putih. Tapi di luar itu, saya tidak tahu," kata Sturgeon. (Sumber: VOA Indonesia )

Editor: Rezka Delpiera