Massa Trump Ricuh, Pengesahaan Biden Terhenti

aksi protes massa pendukung Trump
aksi protes massa pendukung Trump (net)

KLIKPOSITIF - Masa pendukung Presiden Donald Trump bentrok dengan aparat kepolisian dan memaksa masuk ke Gedung Capitol. Kongres Pengesahan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat terpaksa dihentikan sementara karena aksi tersebut.

Dilansir dari Anadolu, para pengunjuk rasa mengepung gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB. Kerusuhan pun pecah antara massa dengan polisi yang berjaga di depan gedung Capitol.

baca juga: Amerika Tarik Tentara dari Afganistan, Dimulai 1 Mei Hingga 11 September

Aksi pendukung Trump itu terjadi saat anggota parlemen berkumpul untuk mengesahkan kemenangan Joe Biden di Pilpres AS 2020. Menanggapi kerusuhan di Capitol itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut pembobolan gedung Capitol di Washington, D.C. sebagai tindakan "tidak dapat diterima" dan "tidak dapat ditoleransi,".

Ia menegaskan para pelaku dan penjahat yang terlibat dalam tindakan ini akan menghadapi keadilan. "Penyerbuan Capitol AS hari ini tidak dapat diterima. Pelanggaran hukum dan kerusuhan - di sini atau di seluruh dunia - selalu tidak dapat diterima. Saya telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan selalu mendukung hak setiap manusia untuk memprotes secara damai atas keyakinan dan keyakinan mereka. penyebabnya, "kata Pompeo di Twitter.

baca juga: Kontingen Indonesia Masih Bisa Tambah Wakil untuk Olimpiade Tokyo

"Tetapi kekerasan, yang membahayakan keselamatan orang lain termasuk mereka yang ditugaskan untuk memberikan keamanan bagi kita semua, tidak dapat ditoleransi baik di dalam maupun di luar negeri," lanjut diplomat top itu. "Mari kita segera membawa keadilan kepada para penjahat yang terlibat dalam kerusuhan ini. . "

Menekankan bahwa Amerika "lebih baik dari apa yang kita lihat hari ini," Pompeo mengatakan dia "melihat demokrasi secara langsung yang terbaik."

baca juga: Berdampak Pembekuan Darah, Sejumlah Negara Dunia Stop Pakai Vaksin Johnson & Johnson

Robert O'Brien, penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, juga men-tweet tentang masalah tersebut.

"Saya telah berbicara dengan anggota Senat. Mereka ingin kembali ke ruang Senat Amerika dan menjalankan urusan rakyat. Keinginan ini ada dalam tradisi terbaik Republik kita. Tuhan memberkati Kongres."

baca juga: Insiden Kapal Evergreen di Terusan Suez, Otoritas Minta Ganti Rugi Rp 13 Triliun Lebih

Editor: Ramadhani