Kerusuhan Pendukung Trump, Jatuh Korban dan Penyerangan Awak Media

aksi demo pendukung Trump
aksi demo pendukung Trump (net)

KLIKPOSITIF - Aksi kerusuhan pendukung Donald Trump di depan Gedung DPR Amerika Serikat juga menyerang media yang melaporkan insiden tersebut.

Dalam sebuah postingan video di akun Twitternya, Shomari Stone, reporter NBC News memperlihatkan ketika massa menyerang dan merusak peralatan awak media. "Massa pendukung Trump mengerumuni media di dekat Capitol AS. Mereka meneriakkan apa yang sering dikatakan Trump , "media adalah musuh rakyat."" tulis Shomari.

baca juga: Polri: Kerumunan Massa di NTT Tidak Ada Unsur Ajakan Jokowi, Spontanitas Warga

"Mereka menghancurkan peralatan dan mengusir wartawan. Saya belum pernah melihat yang seperti ini selama 20 tahun karir saya." sambungnya.

Dalam video tersebut, terlihat para demonstran yang berpakaian ala tentara, menginjak-injak kamera yang digunakan oleh awak media. Selain kamera, massa juga ikut merusak peranti lainnya yang digunakan oleh media untuk melaporkan insiden kerusuhan yang terjadi pada Rabu (6/1), saat Kongres akan mengesahkan suara elektoral kemenangan Joe Biden .

baca juga: Muncul ke Publik Pasca Lengser dari Presiden Amerika, Ini Kata Donal Trump

Seorang demonstran terlihat meraih sebuah mikrofon dan bergaya sedang melaporkan berita, setelah itu dia membantingnya.

Demonstran lain tampak menginjak-injak kotak tempat penyimpanan peralatan media milik The Associated Press, membanting tripod dan kamera yang ada sembari mengeluarkan kata-kata kotor.

baca juga: Ratusan Pegawai RSUD Pariaman Tuntut Direktur Mundur dari Jabatan

Seorang demonstran lain, yang juga berpakaian ala tentara, membuka kotak penyimpanan tersebut dan menyiramnya dengan air. The Guardian melaporkan bahwa, seorang demonstran berhasil menerobos masuk ke ruangan pimpinan DPR, Nancy Pelosi dan berfoto sembari mengangkat kakinya ke meja.

Akibat kerusuhan tersebut, seorang wanita dikonfirmasi tewas akibat tertembak. Polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hal tersebut.

baca juga: Demo Mahasiswa Soal Penyelewengan Dana Covid-19, Ini Tanggapan Gubernur Baru Sumbar

Pada akhir September 2019, Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan bahwa musuh besarnya adalah media, bukan Partai Demokrat.

Editor: Ramadhani