Dua Operator Seluler Belum Bayar Pajak Retribusi 2020 di Kota Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dua provider seluler di Kota Padang hingga saat ini masih belum membayarkan pajak retribusi tahun 2020 lalu.

"Dua provider seluler hingga detik ini belum melakukan pembayaran retribusi sejak awal tahun 2020," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Padang Rudy Rinaldy.

baca juga: Seberapa Murah Harga Mobil Baru Setelah Bebas Pajak PPnBM? Ada yang Diskonnya Sampai Rp65 Jutaan

Dua provider yang belum membayar retribusi itu menurutnya merupakan provider terbesar di Indonesia yang memiliki 92 menara di Kota Padang, dan satu lagi memiliki 11 menara di Padang.

"Dua provider itu sudah disurati sebanyak dua kali. Surat terakhir berisi teguran kedua agar segera membayar retribusi. Termasuk membayar denda sebanyak 2 persen tiap bulannya. Namun, surat bertanggal 29 Desember 2020 itu hingga kini belum direspons oleh kedua provider seluler tersebut," lanjutnya.

baca juga: Ingin Beli Mobil dengan Pajak 0 Persen Pemerintah, Begini Ketentuannya

Sementara itu, 15 provider lainnya sudah menyetorkan retribusi ke Pemerintah Kota Padang dengan total uang yang dikumpulkan sebesar Rp 600 juta lebih.

"Total 15 yang sudah membayarkan retribusi itu adalah PT Infrasys Persada, PT Tower Bersama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, PT Hutchison 3 Indonesia, PT Energi Wahana Utama, PT Dayamitra Telekomunikasi, PT XL Axiata, PT Centrama Menara Indonesia, PT Solusi Tunas Perdana, serta PT Inti Bangun Sejahtera. Sedangkan perusahaan pertelevisian yang telah membayar retribusi yakni Trans TV, ANTV, RCTI, Indosiar, serta Metro TV," tutupnya.

baca juga: Pemberian Insentif Pajak Diperpanjang Hingga Juni 2021, Ini Ketentuannya

Terkait hal ini, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) mengaku belum membayarkan retribusi kepada Pemerintah Kota Padang untuk tahun 2020 lalu.

"Saat ini kami sedang memproses pembayaran retribusi, diharapkan awal tahun ini sudah dapat terposes secara keseluruhan terkait retribusi ini," kata GM NOQM Region Sumbagteng Telkomsel, Alvo Ismail, Kamis 7 Januari 2020.

baca juga: Berlaku Mulai Maret 2021, Jenis Mobil Ini Dapat Keringanan Pajak

Ia mengatakan, keterlambatan tersebut disebabkan karena pemberitahuan tagihan pembayaran retribusi tidak diterima secara langsung oleh Regional Sumbagteng.

"Harusnya tagihan itu langsung kami yang menerima sebagai user di Padang," lanjutnya.

Menurutnya, tagihan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kota Padang ke Kantor Pusat Telkomsel dan pihaknya tidak mengetahui tagihan tersebut.

"Secara keseluruhan sudah diselesaikan untuk dapat terproses pembayarannya di awal tahun 2021 ini," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi