Sama Dengan Jokowi, Irwan Prayitno Siap Divaksin Pertama Di Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sama dengan Presiden Joko Widodo, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno siap menjadi orang pertama divaksin di provinsinya.

Sebelumnya Jokowi menyampaikan bahwa dirinya akan menjadi orang Indonesia pertama yang divaksin Covid-19. Dengan menjadi orang pertama yang divaksin, Jokowi ingin meyakinkan masyarakat bahwa vaksin aman dan halal digunakan.

baca juga: Gubernur Berharap Pemda Lahirkan Kebijakan Penanganan dan Pengelolaan Sampah

Juru Bicara Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, Gubernur Sumbar akan divaksin tanggal 14 Januari 2021 nanti. Bersama Gubernur Sumbar, juga divaksin Wakil Gubernur Sumbar dan sembilan orang dari berbagai unsur.

"Sembilan orang yang divaksin tersebut, terdiri dari, unsur Forkopimda, DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, tokoh masyarakat atau MUI, tenaga kesehatan atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," ungkap Jasman Rizal melalui informasi yang disampaikannya via WhatsApp (WA), Rabu (6/1).

baca juga: Audy Optimis, 2022 Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Capai 5 Persen

Sementara di tingkat nasional, vaksinasi dilaksanakan sehari sebelumnya. Yakni 13 Januari 2021. Di tingkat nasional ini ditandai dengan pemberian vaksin kepada Presiden RI, Joko Widodo (Jokwi) dan sembilan orang lainnya. "Instruksi pemberian vaksin ini, berdasarkan hasil rapat secara virtual yang dipimpinan oleh Mendagri," ungkap Jasman Rizal.

Sebelumnya juga, melalui rapat terbatas (ratas) penanganan pandemi Covid-19 dan rencana pelaksanaan vaksinasi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (6/1), Presiden RI, Joko Widodo ( Jokowi ) mengatakan, setelah memperoleh izin penggunaan darurat dari BPOM dan memenuhi aspek kehalalan dari MUI, pemerintah daerah diminta untuk bersiap menjalankan program vaksinasi ini, di wilayah masing-masing.

baca juga: Viral Video Penumpang NPM Lemas Usai Divaksin di Solok, Ini Kata Kapolres

Jokowi menyampaikan, hingga saat ini Indonesia telah memesan kurang lebih sebanyak 329,5 juta dosis vaksin yang belum termasuk komitmen opsi penambahan pesanan. Untuk memastikan resiliensi atau keterjaminan tersedianya vaksin , pemerintah akan mendatangkan ratusan juta dosis vaksin tersebut dari setidaknya lima sumber (*)

Editor: Joni Abdul Kasir