Tiga Tahunan Tinggal di Desaku Menanti, Dinsos Padang Akan Ganti Penghuninya

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi
Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Dinas Sosial Kota Padang akan memindahkan tuna wisma yang telah berada tiga sampai empat tahun di Desaku Menanti di daerah Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang - Sumbar.

"Saat ini kami sedang menginventarisir masyarakat yang berada di Desaku Menanti untuk bisa keluar dan akan diisi dengan yang baru," kata Kepala Dinas Sosial Kota Padang , Afriadi.

baca juga: Terseret Ombak di Pantai Lolong Padang, Bocah 10 tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Ia mengatakan, di lokasi tersebut saat ini ada sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni rumah yang disediakan pemerintah untuk tuna wisma sejak beberapa tahun terakhir.

"Nanti mereka kami data lagi. Yang sudah bisa mandiri akan kami minta untuk keluar dan digantikan dengan tuna wisma yang baru," lanjutnya.

baca juga: Audensi dengan Komisi IV DPRD Sumbar, GMNI Padang Sorot Dugaan Penyalahgunaan Dana Covid-19

Menurutnya, tiga sampai empat tahun merupakan waktu yang diberikan pemerintah untuk pembinaan terhadap tuna wisma .

"Kemarin kami sudah memberikan surat dan sudah ditandatangi oleh beberapa Kepala Keluarga (KK). Nanti mereka bisa keluar dan digantikan lagi dengan yang baru," lanjutnya.

baca juga: Dinkes Padang Berikan 1000 Dosis Vaksin Kepada TNI dan Polri

Menurutnya, dengan begitu pengemis dan tuna wisma yang kerap diamankan bisa mendapatkan tempat tinggal dan dibina hingga mereka bisa mandiri dan membuka usaha di luar.

Untuk diketahui, Desaku Menanti adalah program pemerintah untuk mengatasi permasalahan tuna wisma . Para gelandangan, pengemis, pengamen dan sejenisnya yang tidak memiliki rumah akan direhabilitasi di tempat ini dan akan dibina agar bisa mandiri. Mereka diberi waktu tiga hingga empat tahun agar bisa mandiri.

baca juga: Dinkes Padang Telah Vaksin 10 Ribu Nakes, Kini Giliran Pelayan Publik dan Lansia

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi