485 KK Terdampak Saat Banjir Landa Tiga Kecamatan di Solok Selatan

Pj Sekda Solsel Doni Rahmat Samulo didampingi Camat Sungai Pagu Rolly Almar meninjau banjir di Kampung tarandam
Pj Sekda Solsel Doni Rahmat Samulo didampingi Camat Sungai Pagu Rolly Almar meninjau banjir di Kampung tarandam (Ist)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Hujan yang melanda Wilayah Solok Selatan ( Solsel ) sejak Minggu hingga Senin mengakibatkan luapan sungai pada tiga Kecamatan di daerah itu pada Selasa 12 Januari 2020 dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Solok Selatan, melaporkan sebanyak 485 kepala keluarga (KK) atau 1.554 jiwa terdampak banjir , yang melanda Tiga Kecamatan di daerah itu Selasa, 12 Januari 2021.

baca juga: Inilah Cerita CEO Randang Mak Yus, Wirausaha BI Terbaik 2020 Kategori Perkembangan Usaha Tersignifikan

"Tidak ada Korban jiwa, Sekarang air sudah surut di semua titik banjir . Total rumah yang terendam akibat luapan sungai Batang Pangian dan Batang Suliti sebanyak 463 unit," Kata Kalaksa BPBD Solok Selatan Richi Amran melalui Kepala Seksi Kedaruratan Romi Aprijal.

Dia menyebutkan untuk luapan Sungai Batang Pangian di kecamatan Kecamatan Sangir Balai Janggo menggenangi rumah warga di jorong Taratak dan Jorong Pasa Sungai Sungkai, dengan ketinggian air 30-100 centimeter. "Di Jorong Pasar Sungai Sungkai rumah yang terendam sebanyak 45 unit dengan 47 kepala keluarga serta 185 jiwa. Sedangkan di Jorong Taratak Sungai Sungkai rumah yang terendam 40 unit yang terdiri dari 37 kepala keluarga dengan 144 jiwa," katanya.

baca juga: Resmi Jabat Bupati dan Wabup Pessel, Ini Profil Singkat Rusma Yul Anwar dan Rudi Hariansyah

Dia melanjutkan luapan Sungai Batang Suliti di kecamatan Sungai Pagu merendam 350 unit rumah di Nagari Pasar Muara Labuh 375 kepala keluarga dengan 1.125 Jiwa terdampak. Banjir juga menggenangi wilayah Nagari Pasir Talang Selatan, mengakibatkan 28 unit rumah terendam dengan 28 kepala keluarga dan 100 Jiwa terdampak, ketinggian air 50-100 centimeter.

Sedangkan di Nagari Lubuk Malako Kecamatan Sangir Jujuan katanya, tingginya debit air Batang Sangir mengakibatkan saluran primer irigasi sawah padang, sepanjang 22 meter ambruk.

baca juga: Ditodong Pistol dan Ditampar, Sopir Truk Sawit Laporkan Ketua DPRD Pasbar

"Ambruknya irigasi ini menyebabkan 315 hektare sawah di Nagari Lubuk Malako dan Bidar Alam terancam kekeringan," katanya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Ramadhani