Mengenal ASPILA, Ormas Asal Pariaman yang Telah Merenovasi 13 Rumah Tak Layak Huni

Kantor ASPILA
Kantor ASPILA (Ist)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Pandemi COVID-19 membuat perekonomian warga banyak yang merosot tajam. Namun dari kondisi ini, ternyata juga muncul organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial.

Salah satu contohnya adalah organisasi masyarakat yang dinamai ASPILA (Aksi Solidaritas Piaman Laweh) yang bermarkas di Jalan SB Alamsyah Kota Pariaman - Sumbar.

baca juga: Jumlah Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Turun di Pariaman, Ini Penjelasan Polisi

Selama Pandemi, ternyata ASPILA telah merenovasi belasan rumah warga miskin dengan cara menggalang dana ke berbagai pihak, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Pada KLIKPOSITIF , Ketua sekaligus penggagas ASPILA Azwar Anas mengungkapkan, selama pandemi pihaknya telah merenovasi 13 unit rumah warga miskin yang dana renovasi didapat dari berbagai pihak, terutama warga Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman .

baca juga: Seluruh Nagari di Wilayah Hukum Polsek Sungai Limau Telah Resmi Menjadi Kampung Tangguh Nasional

"Benar, alasan utama berdirinya ASPILA menjawab kegelisahan warga miskin yang terdampak karena wabah corona. Cara kerja ASPILA adalah dengan azas gotong royong. Kami galang dana untuk pembangunan rumah warga miskin. Alhamdulillah selama ini telah merenovasi sebanyak 13 rumah warga miskin," ungkap Azwar Anas, Rabu 13 Januari 2021.

Lebih lanjut pria yang kerap disapa Anas itu mengatakan, ASPILA bergerak untuk kawasan Padang Pariaman dan Kota Pariaman . Sedangkan dana yang mereka galang berasal dari warga Sumbar dan para perantau.

baca juga: Ratusan Pegawai RSUD Pariaman Tuntut Direktur Mundur dari Jabatan

"Dalam hal ini, rumah yang kami renovasi adalah rumah dengan kondisi bangunannya yang tidak layak huni seperti lantai rumah yang hanya beralaskan tanah maupun atap dan dinding bangunan yang sudah bocor dan bolong," jelas Anas.

Dia juga mengungkapkan biaya renovasi yang dikeluarkan untuk satu unit rumah mencapai dua puluh lima juta rupiah hingga lima puluh juta rupiah.

baca juga: Kerjasama Pemko Pariaman dan Pemko Pekanbaru Terkait Wisata dan Perdagangan Terjalin

"Jadi untuk renovasi satu rumah tidak ada patokan. Contoh, jika ada rumah si A yang kami ajukan untuk direnovasi, maka dana akan dikumpulkan, berapa pun dana yang didapat itulah rezeki untuk si A," jelas Anas.

Jadi kata Anas lagi, jika renovasi telah selesai namun uang sumbangan masih ada maka pihaknya menyerahkan seluruhnya pada penerima. "Sisanya untuk modal usaha bagi penerima," ulasnya.

Anas membeberkan, saat ini jumlah anggota ASPILA mencapai seratusan orang.

"Nah seluruh anggota bertugas untuk menyisir rumah warga miskin yang ada di Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman . Jika ketemu rumah dengan kriteria yang telah ditentukan maka akan jadi prioritas renovasi," sebut Anas.

Untuk diketahui juga, ASPILA tidak hanya bergerak di bidang infrastruktur saja. "Kami juga terlibat dalam membantu warga miskin yang terkendala dana dalam pengobatan penyakit dengan kategori parah atau berat," kata Anas.

"Dalam setiap penggalangan dana dan penyaluran dana kami mengedepankan transparansi agar para donatur percaya dengan apa yang kami lakukan," tutupnya.

Penulis: Rehasa | Editor: Haswandi