Dipecat dari Jabatan Ketua KPU, Ini Kata Arief Budiman

Arief Budiman
Arief Budiman (net)

KLIKPOSITIF - Arief Budiman akhirnya dipecat dari jabatannya sebagaiKetua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ).Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mencopot Arief lantaran dianggap melanggar kode etik penyelenggara pemilu .

Menanggapai hal ini, Arief merasa tidak pernah melakukan kesalahan. "Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu ," katanya dilansir dari Suara.com.

Arief mengatakan dia belum menerima berkas resmi soal keputusan pencopotannya dari pihak DKPP itu. Ia bakal mempelajari terkait keputusan itu setelah menerima berkas resminya. "Hard copy belum nerima. Kalau soft file kan sebenarnya sudah bisa kita anu... Tapi secara resmi biasanya kita dikirimi hard copy. Nah kita tunggu, kita pelajari barulah nanti bersikap kita mau ngapain," tuturnya.

baca juga: Penting, Mahfud MD Bongkar Janji Komjen Listyo

Sebelumnya, DKPP mencopot jabatan Ketua KPU RI Arief Budiman. Arief Budiman dipecat terkait pelanggaran kode etik. Arief Budiman dinyatakan telah melakukan pelanggaran dan mendapat sanksi tegas, dipecat dari jabatan Ketua KPU RI. Pemberhentian Arief Budiman dari jabatannya diambil berdasarkan putusan DKPP dalam sidang pembacaan putusan perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020.

Ketua DKPP Muhammad dalam putusannya mengatakan pemberhentian Arief merupakan sanksi keras yang diberikan terhadap Ketua KPU untuk periode 2017-2022.

baca juga: Direstui DPR jadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo: Alhamdulillah...

"Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua KPU sejak putusan ini dibacakan," kata Muhammad seperti dikutip dari Suara.com pada Rabu (13/1/2021). Muhammad sekaligus memerintahkan KPU untuk melaksanakan putusan tersebut paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan. Ia juga meminta Bawaslu turut mengawasi putusan.

"Memerintakan Bawaslu untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini," kata Muhammad.

baca juga: 3 Tahun Jabat Ketua PN Tanjungpati, Herry Cahyono Kini Jabat Ketua PN Serang IA

Diketahui putusan itu terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang dilakukan oleh Arief. Adapun pelaporan dilakukan oleh Jupri. Dalam laporan tersebut, Arief dipermasalahkan lantaran menemani Evi Novida Ginting Manik yang telah diberhentikan DKPP pada 18 Maret 2020 untuk mendaftarkan gugatan ke PTUN Jakarta.

Editor: Ramadhani