Faktor Usia, Wagub Sumbar Tak Ikut Divaksinasi

Wagub Sumbar Nasrul Abit
Wagub Sumbar Nasrul Abit (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit tidak ikut disuntik vaksin Covid-19 karena usianya diatas prioritas yang telah ditetapkan untuk divaksinasi.

Nasrul Abit saat ini memasuki 67 tahun, sedangkan prioritas dan sasaran vaksinasi usia 18 sampai 59 tahun.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

"Pak Wagub tidak masuk kategori yang diperbolehkan suntik vaksin ," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi Kamis, 14 Januari 2020.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan 10 pejabat dari unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) dijadwalkan akan menjadi kelompok pertama yang divaksin di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang.

baca juga: Profesor Iris Sebut Resiko Tertular COVID-19 Masih Memungkinkan, Meski Telah Divaksin Dua Kali

"Ini salah satu bentuk pembuktia kepada masyarakat bahwa tidak tidak ada keraguan pada vaksin . Pak Presiden pun sudah disuntik kemarin," ujarnya.

Dilanjutkannya, setelah pejabat dari Forkompinda, vaksinasi dilanjutkan di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk tahap I di Sumbar diprioritaskan kepada dua daerah dilakukan vaksinasi.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Kembali Bertambah, 2 Orang Meninggal

"Di Kota Padang, ada 9.128 orang yang akan divaksin. Sedangkan, di Kabupaten Pesisir Selatan, 1.805 orang. Total, ada 10.933 orang disektor kesehatan yang akan divaksin. Distribusi vaksin kedua daerah itu sudah dilakukan kemarin," terangnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan pejabat tersebut disuntik vaksin terlebih dahulu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 itu aman.

baca juga: Vaksinasi Corona di Pariaman Direncanakan Baru Mulai pada Februari 2021

" Vaksin ini juga telah mendapatkan rekomendasi dari lembaga agama seperti MUI dan organisasi kesehatan lainnya," ujarnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir