Sedang Berlangsung, Ayo Tonton Talkshow Siapkah Sumbar Divaksin?

.
. (Youtube)

KLIKPOSITIF -Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) resmi memberikan izin penggunaan darurat (UEA) vaksin corona buatan Sinocav China, Senin (11/1). Sebelumnya, pada Jumat (8/1), Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengumumkan bahwa vaksin yang dimaksud halal dan suci.

Izin darurat ini ditindaklanjuti divaksinnya Presiden Jokowi pada Rabu (13/1). Ini juga menandai awal mula Indonesia memiliki peluru pertama untuk melawan virus corona yang telah mewabah sejak awal Maret 2020

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tujuan vaksin adalah untuk membentukherd imunity(kekebalan kelompok). Butuh 70 persen rakyat Indonesia harus divaksin untuk mencapai kekebalan kelompok tersebut. Jika tidak tercapain 70 persen, kekebalan kelompok tidak akan terbentuk.

Bisakah target tersebut dicapai? Agaknya, mencapai tujuan tersebut tidak semudah membalik telapak tangan. Di Sumbar, misalnya, dari riset spektrum politica Universitas Andalas November 2020, didapat data lebih kurang 40 persen warga Sumbar tidak percaya dengan virus corona . Artinya, ini bisa saja sama artinya mereka tidak mau divaksin. Belum lagi jika berbicara di Indonesia. Bagaimana menghadapi tantangan ini?

baca juga: Profesor Iris Sebut Resiko Tertular COVID-19 Masih Memungkinkan, Meski Telah Divaksin Dua Kali

Berdasarkan hal tersebut, Classy Coorporation (Classy FM, Classy Production, KLIKPOSITIF .com, KATASUMBAR.com) menggelar talkshow membahas kesiapan Sumbar menyukseskan program vaksinasi dan bagaimana menghadapi tantangan penolakan terhadap vaksin, Kamis, 14 Januari 2021, mulai pukul 13.00 WIB di SINI

Editor: Eko Fajri