Terkait Hoaks Vaksin, Gubernur Sumbar: Jangan Percaya Mereka Tidak Punya keilmuan

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi istri saat melakukan pencoblosan pada Pilkada 2020 lalu
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi istri saat melakukan pencoblosan pada Pilkada 2020 lalu (Ade Suhendra)

KLIKPOSITIF - Vaksin Sinovac diluncurkan di Sumatera Barat, Kamis 14 Januari 2021. Peluncuran ini dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan melakukan vaksinasi terhadap 12 orang yang direncanakan akan menerima vaksin pertama di Sumbar , termasuk Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan tim medis maka hanya 6 orang yang mendapatkan vaksin tahap pertama ini. Irwan Prayitno menjelaskan dirinya tidak bisa menerima vaksin tersebut karena menurut hasil medis tidak memenuhi syarat karena kondisi kesehatan yang kurang fit.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

"Tadi Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Arif Gadjah Mada menjadi orang yang pertama divaksin. Kemudian dalam vaksinasi tersebut juga hadir Wakapolda Brigjen Pol Edi Mardianto, Kepala Kejaksaan Tinggi Anawarudin Sulistiyono," kata Irwan Prayitnodalam program Classy News Fest.

Sementara Gubernur Irwan Prayitno berharap masyarakat mau mengikuti program ini. Sebab hal tersebut adalah salah satu cara pemerintah untuk menghentikan pandemi dan pihaknya juga akan terus mensosialisasikan program vaksinasi ini. katanya .

baca juga: Profesor Iris Sebut Resiko Tertular COVID-19 Masih Memungkinkan, Meski Telah Divaksin Dua Kali

"Jangan percaya informasi hoaksterkait banyaknya isu dan informasi yang menyesatkan perihal vaksin ini. Banyak yang bilang vaksin ini tidak bagus, padahal dia tidak memiliki keilmuan tentang vaksin dan ada pula yang menyatakan vaksin ini haram, sedangkan dia bukan ulama," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah terus berupaya agar masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi tersebut. Ia menegaskan, program vaksini ini dilakukan pemerintah untuk menghentikan pandemi, dan ia meminta masyarakat siap.

baca juga: Kasus COVID-19 di Agam Kembali Bertambah, 2 Orang Meninggal

"Ulama sudah menyatakan vaksin ini halal, ahli juga demikian. Untuk itu diharapkan masyarakat jangan mudah percaya berita hoax dan vaksin ini adalah bentuk intervensi pemerintah untuk menghentikan pandemi meski bertahap dan itu harus kita lakukan," kata Irwan Prayitno.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri