Salah Satu SMA Negeri di Payakumbuh Kembali Ditutup Setelah Seorang Guru Positif COVID-19

SMA Negeri 4 Payakumbuh yang kembali ditutup.
SMA Negeri 4 Payakumbuh yang kembali ditutup. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Salah satu SMA Negeri di Kota Payakumbuh yang sebelumnya sudah kembali memulai proses pembelajaran tatap muka sejak awal tahun lalu harus kembali menutup sekolahnya, setelah salah seorang guru diketahui terjangkit COVID-19.

Kepala Seksi SMK/LB Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah IV Provinsi Sumbar belum dapat memastikan kapan proses pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut kembali dilaksanakan.

baca juga: 3 Tahun Jabat Ketua PN Tanjungpati, Herry Cahyono Kini Jabat Ketua PN Serang IA

"Iya, ada salah satu guru SMA Negeri 4 Payakumbuh yang dinyatakan positif COVID-19 sehingga untuk sementara waktu sekolah tersebut belum bisa di buka," katanya.

Ia mengatakan, saat ini seluruh gedung dan fasilitas di SMA Negeri 4 Payakumbuh sedang dalam tahap sterilisasi. Petugas kesehatan juga telah mendata kontak guru tersebut.

baca juga: Edarkan Uang Palsu di 10 TKP, Pria Asal Lima Puluh Kota Diringkus Polres Payakumbuh

"Sekarang seluruh siswa SMA 4 melaksanakan pembelajaran melalui daring sampai memang sudah steril dan memungkinkan untuk dibuka kembali," ujarnya.

Dikatakannya, secara umum izin untuk dapat melaksanakan sekolah tatap muka di Payakumbuh memang sudah dikeluarkan, namun juga harus memenuhi segala persyaratan salah satunya mengikuti tes.

baca juga: Kerugian Pesantren Cahaya Islam Karena Kebakaran Lebih Rp400 Juta, Bantuan Bisa Dikirim ke Rekening Ini

Sesuai dengan kebijakan di Kota Payakumbuh , seluruh guru di tahap awal diwajibkan untuk melakukan tes cepat. Ketika hasil tes cepat reaktif, baru dilanjutkan dengan tes usap.

"Contohnya itu guru kita ini, ketika tes cepat dia reaktif dan dilanjutkan dengan tes usap yang ternyata hasilnya juga positif," ujarnya.

baca juga: Disnakerperin Payakumbuh Maksimalkan Pelatihan untuk Menekan Angka Pengangguran

Ia mengatakan, seluruh guru SMA di Kota Payakumbuh telah menjalani rapid tes yang dilakukan secara bertahap yang telah di mulai semenjak 11 Januari lalu dan hingga saat ini masih berlangsung.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan setempat Bakhrizal mengatakan dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19 di sekolah, pihaknya akan melakukan tes cepat kepada 3.600-an guru di daerah itu.

"Jika nantinya ada guru yang positif akan langsung melakukan pelacakan kontak baik itu siswa dan guru bahkan lingkungan sekitar tempat tinggal guru," katanya.

Dari pembelajaran tatap muka yang telah dilaksanakan, beberapa catatan atau evaluasi yang didapatkan oleh pihaknya sekarang, yakni sulit mengendalikan siswa terkhusus siswa SD dan SMP dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kami setiap harinya terus melakukan cek ke lapangan, di sekolah siswa kita memang menggunakan masker, susahnya itu ketika di luar gerbang sekolah. Mereka cenderung berkumpul saat pulang sekolah," ujarnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat