Diduga Timbulkan Kerugian Negara Ratusan Juta, Oknum Wali Nagari di Pessel Ditahan Jaksa

Oknum Wali Nagari Taratak Pessel saat ditahan Jaksa
Oknum Wali Nagari Taratak Pessel saat ditahan Jaksa (istimewa)

PESSEL, KLIKPOSITIF- Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat menahan oknum Wali Nagari Taratak, Kecamatan Sutera terkait kasus tindak pidana korupsi, di daerah itu.

Oknum Wali Nagari Taratak berinisial SBN resmi ditahan Jaksa Pessel, Rabu 13 Januari 2021 lalu, dan kini tersangka dititipkan di Lapas Kelas II B Painan menunggu berkas dilimpahkan Pengadilan Tipikor Padang.

"Sebelum berkas perkara dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Padang, tersangka terpaksa dititipkan terlebih dahulu di Lapas Kelas II B Painan," ungkap Kasusbsi Ekonomi dan Keuangan, Kejari Pessel, Rahmat Syarief, pada wartawan, Kamis 14 Januari 2021.

Penahanan dilakukan, setelah Jaksa mendapati kerugian uang negara lebih kurang Rp.464 juta dalam pengelolaan ADD dan DD tahun 2019, salah satunya penyelewengan pembangunan.

"Wali Nagari ini (ditahan) setelah dilakukan penyidikan beberapa kali oleh penyidik Pidsus Kejari Pessel. Wali Nagari ini ditetapkan tersangkanya pada 7 Januari 2021," terangnya.

Lanjutnya, pihaknya saat ini masih melakukan pengembangan dan tidak tertutup kemungkinan selain oknum wali nagari akan ada tersangka lain. "Tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka lainnya," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan adanya dugaan pembangunan Jalan di Nagari Taratak dinilai tidak sesuai spesifikasi. Hal itu terungkap dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pembangunan jalan nagari senilai Rp.464 juta itu tidak sesuai ketentuan. Pelaksanaan kegiatan diduga tidak direalisasikan seluruhnya.

Diantaranya, terjadi kebocoran anggaran sekitar Rp.181 juta. Adapun item kegiatan yang tidak tampak terlaksana adalah penimbunan sirtu dengan nilai Rp.105 juta.

Lalu, untuk pemasangan batu kali jembatan, Rp.32 juta. Plesteran jembatan Rp.1,2 juta dan perkerasan rabat beton dengan nilai Rp.42 juta.

Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI) Sutera, Jumaidi membenarkan adanya beberapa item kegiatan yang tidak terlaksana dari kegiatan pembangunan Jalan Pinang Baririk itu.

"Sampai kini, pembangunan fisik di Nagari Taratak dinilai belum selesai dan, kami sudah melakukan langkah dan upaya teguran," ujarnya.

PDTI, katanya sudah melakukan pendampingan sesuai perundang-undangan. Namun, saat ditegur wali nagari setempat tidak menggubris.

"Peringatan dan teguran kami tidak digubris, mau bagaimana lagi, kewenangan kami selaku pendamping batasannya hanya sampai disitu," tutupnya.

Baca Juga

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Eko Fajri