Wabup Agam Launching GJB di Tanjung Mutiara

Wabup Agam launching GJB
Wabup Agam launching GJB (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Wakil Bupati Agam , Trinda Farhan Satria melaunching Gerakan Jum'at Berkah (GJB), di aula Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jum'at (15/1).

Pelaunchingan ditandai dengan pemukulan tambua bersama Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik, Forkopimca dan Kepala Kas Bank Nagari Tiku, Fitri Yeni.

baca juga: Objek Wisata Danau Maninjau Diusulkan Jadi DTWU Provinsi dan Nasional

Peluncuran GJB yang bekerjasama dengan Bank Nagari ini, merupakan inovasi Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara dalam membantu masyarakat kurang mampu di wilayahnya.

Trinda Farhan Satria mengapresiasi gerakan yang diluncurkan Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara ini, karena secara langsung ikut membantu budaya masyarakat madani di Agam .

baca juga: Jadi Rujukan Pelaksanaan Pilwana E-Voting, Agam Dikunjungi Pemkab Deli Serdang

"Salah satu pilar masyarakat madani itu adalah membangun kondisi masyarakat yang penuh ukhuwah, kebersamaan dan tolong menolong antar sesama," ujarnya.

Menurutnya, di samping masyarakat Tanjung Mutiara berikan ruang untuk bisa meningkatkan nilai ekonomi kemanusiaannya, maka akan tumbuh budaya berlomba-lomba memberikan manfaat bagi orang lain.

baca juga: Jika Agam Mekar, Ini Nama Kabupaten yang Diusulkan

Diyakininya, di Tanjung Mutiara sudah banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat baik berupa infak maupun sedekah, tapi belum terkoordinir dengan baik, sehingga nilai manfaatnya belum maksimal.

"Dengan GJB, kita berharap dampaknya semakin besar dan menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat membutuhkan," sebutnya.

baca juga: BKSDA Resort Agam Pasang Spanduk Peringatan di Lokasi Kemunculan Buaya

Menurut Trinda Farhan, mengelola dana umat tidak cukup dengan niat baik saja, tapi juga perlu disiapkan regulasi di samping transparansi, integritas dan profesionalisme.

Sementara itu, Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik menjelaskan, GJB adalah upaya bagaimana menstimulus masyarakat agar mau meningkatkan kepedulian untuk membantu sesama.

"Sasaran GJB seperti fakir miskin, kaum duafa, anak yatim dan masyarakat yang tidak punya rumah layak huni," terangnya.

Dikatakannya, tahun 2021 di Tanjung Mutiara rumah tidak layak huni tercatat 453 unit dan anak yatim 145 orang. Ini katanya jadi tanggungjawab bersama untuk berikan perhatian kepada mereka.

"Sehingga kita bentuk GJB yang bekerjasama dengan Bank Nagari, dengan memanfaatkan fitur barunya yaitu Qris atau QR untuk mempermudah transaksi bagi masyarakat yang mau bersedekah," tuturnya.

Masyarakat dapat memindahbukukan uangnya melalui mobile banking dengan barcode scanner GJB Tanjung Mutiara, menggunakan QR sesuai nominal yang mereka inginkan.

Selama ini, katanya, bukan tidak perhatian kepada mereka yang jadi sasaran GJB, hanya saja belum terkoordinir dan terstruktur. Maka melalui pengurus GJB yang di SK kan camat, bertugas untuk memenage dana hasil QR untuk didistribusikan kepada sasaran GJB.

Editor: Rezka Delpiera